alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada Penipuan Donor Plasma Konvalesen, Begini Modusnya

Wakos Reza Gautama Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:13 WIB

Waspada Penipuan Donor Plasma Konvalesen, Begini Modusnya
Ilustrasi Petugas menunjukkan Plasma Konvalesen. Waspada penipuan donor plasma konvalesen. [Suara.com/Alfian Winanto]

Pelaku memanfaatkan kebutuhan korban yang sedang mencari donor plasma konvalesen

Tak sedikit masyarakat yang setuju dan mengeluarkan uang untuk bisa mendapatkan donor plasma bagi keluarganya.

LaNyalla mengecam pihak-pihak yang menjadikan kebutuhan plasma konvalesen sebagai ajang bisnis.

"Mendonorkan darah itu merupakan misi kemanusiaan, yang seharusnya dilakukan tanpa ada transaksi keuangan. Saya juga tidak habis pikir kenapa masih ada yang tega memanfaatkan kondisi sulit seperti sekarang untuk dijadikan modus penipuan. Kejahatan para penipu itu berlipat-lipat," ungkap Senator asal Jawa Timur tersebut.

Selain modus penipuan melalui telepon, terdapat juga laporan soal beredarnya pesan berisi brosur yang menawarkan plasma konvalesen dengan harga yang fantastis. Satu kantong plasma darah, ditawarkan hingga seharga Rp20 juta.

Baca Juga: Miris, Tak Punya Anggaran, Sampah Medis di RSUD Natuna Menumpuk Selama 5 Bulan

"Polisi harus cepat mengusut penipuan yang merugikan masyarakat ini. Termasuk juga harus segera ditemukan oknum-oknum atau jaringan yang menjadikan kebutuhan plasma konvalesen sebagai lahan bisnis. Kejahatan yang melukai rasa kemanusiaan tidak bisa dibiarkan," katanya.

Dalam kondisi ini, lanjutnya, patroli siber sangat dibutuhkan agar tidak lagi ada korban penipuan. Masyarakat juga harus aktif melapor ke polisi bila menemui modus penipuan seperti itu.

Mantan Ketua Umum PSSI tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada pihak yang hendak membantu mendonorkan plasma darah dengan meminta bayaran.

LaNyalla meminta masyarakat tidak langsung berhubungan dengan calon pendonor.

"Jika memang mungkin ada yang hendak membantu, minta rumah sakit atau UDD PMI untuk memfasilitasi. Jadi pendonor berhubungannya dengan pihak RS atau PMI. Sebisa mungkin cari pendonor plasma konvalesen lewat UDD PMI di daerah masing-masing," imbaunya.

Baca Juga: Mulai 1 Agustus, Arab Saudi Persilakan Masuk Turis yang Sudah Vaksin Covid-19

LaNyalla berpesan kepada masyarakat penyintas COVID-19 untuk mendonorkan plasma konvalesennya melalui rumah sakit atau UDD PMI.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait