alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Aturan Makan 20 Menit di Rumah Makan Jadi Olok-olok, dr Reisa Kasih Jawaban Ilmiah

Wakos Reza Gautama Kamis, 29 Juli 2021 | 08:46 WIB

Aturan Makan 20 Menit di Rumah Makan Jadi Olok-olok, dr Reisa Kasih Jawaban Ilmiah
Ilustrasi dr Reisa Broto Asmoro. dr Reisa menjawab mengenai aturan makan 20 menit di rumah makan saat PPKM.

Aturan makan 20 menit di rumah makan selama PPKM ini menjadi olok-olok di media sosial.

SuaraLampung.id - Pemerintah membatasi waktu makan di rumah makan atau restoran hanya selama 20 menit di masa PPKM.

Aturan makan 20 menit di rumah makan selama PPKM ini menjadi olok-olok di media sosial. 

Bahkan di media sosial beredar luas meme mengenai makan 20 menit di rumah makan selama PPKM.

Juru bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr Reisa Broto Asmoro memberi jawaban mengenai hal ini.

Baca Juga: Top 5 SuaraJogja: Pidato Mahasiswa Indonesia di Boston Dapat Standing Applause

Reisa menyebut studi Internasional menyatakan butuh 20 menit untuk otak manusia memberikan sinyal kenyang setelah makan.

"Ini juga diterangkan oleh ahli gizi, bahwa pada menit ke-20 itulah hormon kenyang dan puas itu muncul," ujar Reisa dalam konferensi pers mengenai PPKM secara daring di Jakarta, Rabu (28/7/2021) dilansir dari ANTARA.

Hal tersebut dipaparkan Reisa terkait banyaknya yang mempertanyakan soal aturan Pemerintah yang membatasi makan di tempat selama 20 menit bagi pengunjung rumah makan atau restoran selama masa PPKM.

Reisa menyebutkan para ahli nutrisi telah lama menyarankan, menghabiskan satu sendok makan itu memerlukan sekitar 20-30 kali mengunyah agar proses pencernaan menjadi optimal.

"Jadi gunakan waktu makan untuk makan, lalu segera pakai kembali maskernya. Setelah selesai makan, kalau mau lebih nyaman bisa dibungkus atau dibawa pulang," ujar Reisa.

Baca Juga: Tanggapi Aturan Makan 20 Menit, Pedagang Malioboro: Coba yang Buat Peraturan Kasih Contoh

Seperti diketahui, Pemerintah resmi memperpanjang PPKM Level 4 di beberapa wilayah di Jawa dan Bali hingga 2 Agustus mendatang guna menekan laju penularan virus corona.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait