alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Stok Vaksin COVID-19 di Bandar Lampung Habis Sudah Dua Pekan, Warga Mengeluh

Wakos Reza Gautama Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:08 WIB

Stok Vaksin COVID-19 di Bandar Lampung Habis Sudah Dua Pekan, Warga Mengeluh
ILustrasi vaksinasi COVID-19. Warga Bandar Lampung keluhkan sulitnya dapat vaksinasi COVID-19 karena stok vaksin habis. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sulitnya warga Bandar Lampung mendapat vaksinasi COVID-19

SuaraLampung.id - Sejumlah warga Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung kesulitan mendapat vaksinasi COVID-19

Beberapa warga Bandar Lampung sudah dua pekan keliling ke puskesmas untuk vaksinasi COVID-19 namun tidak dapat jua. 

Sulitnya warga Bandar Lampung mendapat vaksinasi COVID-19 karena stok vaksin di puskesmas kosong. 

"Saya sudah dua pekan nyari vaksin di puskesmas-puskesmas terdekat, tapi pada kosong, katanya belum ada distribusi lagi ke mereka," kata Ahmad Juni, salah satu warga Bandar Lampung, Kamis (22/7/2021) dilansir dari ANTARA.

Baca Juga: Siap-siap Lur! Ini Jadwal dan Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 Gratis di Sukoharjo

Juni berharap distribusi vaksin COVID-19 dapat merata, sehingga warga yang belum divaksinasi segera mendapatkannya.

Menurut dia, vaksin dibutuhkan bagi sebagian orang agar tidak mudah terpapar COVID-19 saat menjalankan aktivitas.

"Kalau memang vaksinnya belum datang dari pemerintah pusat, saya pikir ini terlalu lama padahal warga sudah menunggu untuk dapat vaksinasi. Di puskesmas yang saya datangi saja itu antrean warga yang ingin divaksin sudah banyak yang dari pekan-pekan lalu juga belum dapat," kata dia lagi.

Robani, warga Bandar Lampung lainnya mengungkapkan hal serupa.

"Kemarin saya mau vaksinasi, tapi memang sedang tidak ada stok di puskesmasnya," kata dia.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2021: Menilik Urgensi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak, Seberapa Penting?

Terkait kekosongan vaksin COVID-19 ini, ia mengatakan seharusnya pemerintah daerah baik Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung gerak cepat mengejar vaksin agar menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan vaksinasi, sebab peningkatan kasusnya pun sekarang sedang tinggi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait