alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wacana PPN Sembako, Pedagang Sembako di Bandar Lampung: Ini Menyusahkan Masyarakat

Wakos Reza Gautama Jum'at, 11 Juni 2021 | 13:33 WIB

Wacana PPN Sembako, Pedagang Sembako di Bandar Lampung: Ini Menyusahkan Masyarakat
Pedagang Sembako di Bandar Lampung keberatan adanya rencana PPN sembako. [Suaralampung.id/Ahmad Amri]

pedagang sembako di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, keberatan PPN sembako

SuaraLampung.id - Wacana Pemerintah menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sembilan kebutuhan bahan pokok (sembako) mendapatkan tanggapan beragam dari sejumlah pedagang sembako di Kota Bandar Lampung

Sukar (36) pedagang sembako di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, keberatan dengan adanya wacana pemerintah menerapkan PPN sembako

"Keberatan mas, sekarang ini semua harga sembako mahal, ditambah mau dikenakan PPN. Yang ada nanti para pembeli jadi resah, pembelinya jadi berkurang," kata Sukar saat diwawancarai Jumat (11/6/2021). 

Menurut dia, sebaiknya pemerintah menurunkan harga sembako karena kondisi masyarakat saat ini sangat susah dengan adanya wabah Covid-19. Adanya wacana pemerintah menerapkan PPN itu menurut dia justru membuat masyarakat semakin susah. 

Baca Juga: Keberatan Sembako Kena Pajak, Pedagang Pasar di Kota Tegal: Pasar akan Tambah Sepi

"Sekarang saja masyarakat susah mencari nafkah dengan adanya wabah Covid-19 ditambah, ada wacana itu otomatis harga sembako mau tidak mau pasti naik. Para pedagang juga serba salah dan susah juga,"ujarnya.

Berbeda dengan,Ismono (45), pedagang telur. Dia tidak mempermasalahkan adanya wacana pemerintah menerapkan PPN terhadap sembako. 

"Kalau bisa jangan, tapi kalau sudah keputusan mau diapain lagi. Ya terpaksa ikut ikut saja. Paling resikonya, kita juga akan menaikkan harga barang, contohnya sekarang ini harga telur saja perkilonya Rp25 ribu,"ujarnya.

Sementara itu, Rita (25) seorang pedagang berbagai macam jenis bumbu, keberatan dengan adanya rencana Pemerintah menetapkan PPN sembako. 

"Iya keberatan mas, kita disini juga sudah kena pungutan pajak Rp15 ribu perhari itu di kemanain. Seharusnya pemerintah menurunkan harga sembako supaya harga sembako menjadi sangat terjangkau bukan  begini. Ini namanya menyusahkan masyarakat, " ujarnya.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Protes Pajak Sembako: Kalau Mau, Gaji Suami Saya Naikin 2 Digit Dulu

Kontributor : Ahmad Amri

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait