Disumpahi Sampah Masyarakat, Pengamen Jalanan Bisa Kuliah S2 di Eropa

Kisah pria yang disumpahi guru menjadi sampah masyarakat ini viral di media sosial.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 13 April 2021 | 13:01 WIB
Disumpahi Sampah Masyarakat, Pengamen Jalanan Bisa Kuliah S2 di Eropa
Disumpahi guru jadi sampah masyarakat, pengamen jalanan sukses kuliah S2 di Eropa (TikTok).

"Pas cabut ke Jogja abis ngompreng seharian, gue sempet ngayal pas ngamen buat nyari makan malam, ngelewatin gedung megah banget di Jalan Kaliurang, someday gue harus ada di gedung itu," ujarnya.

Disumpahi guru jadi sampah masyarakat, pria ini sukses kuliah S2 di Eropa (TikTok).
Disumpahi guru jadi sampah masyarakat, pria ini sukses kuliah S2 di Eropa (TikTok).

"Satu tahun kemudian walaupun gue lupa pernah ngayal, ternyata Tuhan masih inget sama mimpi gue. Alhamdulillah puji Tuhan keterima jalur undangan FH UGM," tambah pria tersebut.

Meski begitu, jalan mudah tak menghampirinya. Sebab dia pernah merasa terpuruk lantaran didiagnosis mengidap penyakit menular seksual.

"Badan gue drop, mental drop, nilai drop, IPK jadi 3,0. Tapi Tuhan yakin kalau gue kuat, walaupun semua orang mencibir dan ragu ama gue (termasuk gue sendiri udah ragu)," sambungnya.

Baca Juga:Disumpahi Guru Jadi Sampah Masyarakat, Pria Ini Sukses Kuliah S2 di Eropa

Pria itu membagikan merangkai foto-foto kenangan menjadi sebuah video. Terakhir dia membumbuhkan dokumentasi ketika sudah terbang ke Prancis untuk menempuh pendidikan S2.

"Walapun sekali lagi gue lupa pernah mimpi, tapi Tuhan ingat sama mimpi gue ngeliat salju dan ngeliat Eiffel. Siapa yang nyangka gue dulu sempat di jalan buat makan aja bingung, tiba-tiba dikasih kesempatan kuliah S2 ke eropa," katanya.

Kendati sempat disumpahi bernasib buruk, pria itu mengaku tidak dendam lantaran malah tumbuh motivasi dalam diri.

"Gue gak dendam ama orang yang dulu mencibir atau ngerendahin gue. Justru mau bilang makasih sudah ngemotivasi gue sampai di titik sekarang," tandasnya.

Baca Juga:Usai Insiden Sofagate, Presiden Dewan Eropa Ini Tidak Bisa Tidur Nyenyak

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak