alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ahli Virus ITB Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Vaksin AstraZeneca

Wakos Reza Gautama Selasa, 30 Maret 2021 | 13:15 WIB

Ahli Virus ITB Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. Ahli virus ITB membongkar zat yang ada di vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

ada fakta baru terungkap mengenai zat di dalam vaksin AstraZeneca.

SuaraLampung.id - Penggunaan vaksin AstraZeneca menjadi kontroversi. Ini karena pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin AstraZeneca mengandung babi.

Babi adalah hewan yang dianggap haram bagi umat Islam. Biarpun mengandung babi, pihak MUI tetap memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca karena dalam keadaan darurat. 

Namun pihak AstraZeneca sendiri membantah vaksinnya mengandung babi. Terkini, ada fakta baru terungkap mengenai zat di dalam vaksin AstraZeneca. 

Ahli virus atau virologis dan Dosen Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, Dr. rer. nat. apt. Aluicia Anita Artarini mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca tidak mengandung tripsin (enzim) hewani, melainkan tripsin enzim yang menyerupai jamur.

Baca Juga: Waduh ! Kepala Dinas Kesehatan Ini Tolak Vaksin AstraZeneca

Belum lama ini vaksin AstraZeneca ramai diperbincangkan lantaran disebut mengandung tripsin babi. Akan tetapi hal tersebut tidaklah benar dan dibantah oleh Anita.

"AstraZeneca tidak menggunakan tripsin hewan pada proses produksinya dan di akhir, tripsin itu tidak ada," kata Anita dalam bincang-bincang virtual pada Senin (29/3/2021) dilansir dari ANTARA.

Anita mengatakan AstraZeneca menggunakan tripsin enzim yang berasal dari jamur dan dibuat khusus untuk vaksin Covid-19. Hal ini tertuang dalam dokumen AstraZeneca dan tim Oxford yang melakukan uji klinis.

Tripsin tersebut juga tidak dimasukkan ke dalam formula vaksin, melainkan hanya digunakan sebagai pemotong sel mamalia yang dibeli AstraZeneca dari supplier Bank Sel.

"Itu adalah enzim yang mirip dengan aktivitas tripsin dan dari jamur yang dibuat dengan cara rekombinan," ujar Anita.

Baca Juga: Polisi Konawe Sulawesi Tenggara Disuntik Vaksin Merek AstraZeneca

AstraZeneca dan Oxford membeli sel HEK 923 dari supplier yang bernama Thermo Fisher sebagai salah satu bahan pembuatan vaksin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait