facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Itera Turunkan Tim Teliti Batu yang Diduga Meteor di Lampung Tengah

Wakos Reza Gautama Jum'at, 29 Januari 2021 | 19:19 WIB

Itera Turunkan Tim Teliti Batu yang Diduga Meteor di Lampung Tengah
membawa air tersebut ke lokasi jatuhnya batu yang diduga meteor itu di Lampung Tengah, Jumat (29/1/2021) [Suara.com/Andry Kurniawan]

Itera akan menganalisis batu yang diduga meteor yang ditemukan di Punggur, Lampung Tengah

SuaraLampung.id - Pihak Institut Teknologi Sumatera (Itera) akan meneliti batuan yang diduga meteor yang jatuh di Dusun 5 Astomulyo, Desa Mulyodadi, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah pada Kamis (28/1/2021) malam. 

Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Robiatul Muztaba mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah fenomena dentuman besar di beberapa wilayah dan adanya temuan batu di Punggur, Lampung Tengah, itu berasal dari fenomena langit.

"Itera akan mencoba menganalisis lebih dalam dan meninjau ke lokasi untuk mempelajari terkait batu tersebut apakah batu tersebut benar-benar berasal dari luar angkasa," kata dia melalui siaran pers yang diterima Suaralampung.id, Jumat (29/1/2021).

Menurut Robi, ada ciri tertentu dari batu yang berasal dari luar angkasa. Satu diantara ciri itu adalah mengandung magnetik. Menurutnya, untuk mengetahui apakah batu itu mengandung magnet atau tidak diuji dengan magnet. "Apakah batuan tersebut mengandung magnet atau tidak, karena pasti ada sedikit sifat magnetiknya," ucap dia.

Baca Juga: Heboh Meteor Jatuh di Lampung, Ini Cara Bedakan Batu Biasa dan Meteorit

Ciri lainnya adalah dari pola permukaan yang berbeda dengan batuan dari bumi. Kata Robi, batuan meteorit itu ada lapisan hitam yang menjadi ciri. Lapisan hitam itu muncul karena terjadi gesekan dengan atmosfer saat jatuh ke bumi. 

Menurutnya, memang di bulan Januari ada hujan meteor yang dinamakan hujan meteor Quadrantid. Namun hujan meteor Quadrantid ini puncaknya terjadi di tanggal 3 dan 4 Januari. "Tapi kalo dikaitkan dengan fenomena yang terjadi saat ini rentang waktunya terlalu jauh," katanya.

Diketahui bongkahan batu yang diduga meteor jatuh di Dusun 5 Astomulyo, Desa Mulyodadi, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Kamis (28/1/2021) malam.

Pada saat itu warga sedang berkumpul dan tiba-tiba mendengar suara dentuman keras. Warga sempat melihat asap di atas langit. Begitu mendengar suara dentuman, warga berinisiatif mencari asal suara. 

Setelah dicari-cari, warga menemukan sebongkah batu berukuran sekepalan tangan orang dewasa. 

Baca Juga: Mirip Cerita Ponari! Warga Lampung Mulai Bawa Air ke Lokasi Jatuhnya Batu

“Jam 22.00 WIB kami sedang berkumpul dan mendengar suara dentuman keras. Sempat terlihat asap di atas langit. Kami pun segera mencari asal suara. Akhirnya kami temukan di samping rumah bapak Muhtajab. Kami menemukan sebongkah batu berwarna hitam sebesar hampir sekepalan tangan,” ungkap Dalijo, warga yang melihat pertama kali batu tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait