Wakos Reza Gautama
Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:32 WIB
Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia mengatakan bahwa 4.364 cartridge liquid vape yang berhasil diamankan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, terindikasi narkotika jenis kokain. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Tim gabungan menggagalkan penyelundupan 4.364 kartrid liquid vape berisi kokain senilai Rp34,91 miliar di Pelabuhan Bakauheni.
  • Penyelundupan pada Senin dini hari tersebut menggunakan bus Antar Lintas Sumatera dengan menyembunyikannya dalam kardus makanan ringan.
  • Penggagalan peredaran narkotika ini berhasil menyelamatkan hingga 21.000 jiwa serta memangkas potensi biaya rehabilitasi negara.

SuaraLampung.id - Modus peredaran gelap narkotika kian licik dan menyasar gaya hidup anak muda. Tim gabungan TNI Angkatan Laut bersama BNNP dan Bea Cukai Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan 4.364 cartridge cairan rokok elektrik (liquid vape) yang terindikasi mengandung kokain bernilai fantastis, yakni Rp34,91 miliar.

Aksi penggagalan berlangsung di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Senin dini hari (5/10/2026). Ribuan kartrid narkoba tersebut diselundupkan menggunakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) rute Medan–Tangerang.

Untuk mengelabui petugas, pelaku menyembunyikan barang haram itu di dalam tiga kardus makanan ringan keripik singkong.

"Setelah diperiksa teliti, di balik tumpukan keripik singkong, petugas menemukan ribuan cartridge liquid vape merek Yakuza XL dan Batman," ungkap Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, Senin (12/10/2026).

Uki membeberkan, pengujian awal menggunakan narco test bersama BNNP dan Bea Cukai Lampung menunjukkan cairan tersebut positif terindikasi zat kokain.

Dengan taksiran harga pasar mencapai Rp8 juta per bungkus, nilai total tangkapan ini menembus angka Rp34,91 miliar.

Modus pencampuran narkotika ke dalam liquid vape dinilai aparat sebagai ancaman baru yang sangat berbahaya.

Kabid Berantas BNNP Lampung, Kombes Edi Mul Supriyanto, memperingatkan bahwa narkotika jenis ini sulit dideteksi kasatmata karena disamarkan menggunakan varian rasa dan aroma manis, berbeda dengan aroma khas zat terlarang konvensional.

Selain indikasi kokain, BNN juga menaruh perhatian ekstra terhadap potensi kandungan zat anestesi berbahaya seperti etomidate maupun heroin dalam cairan vape.

Baca Juga: Lolos dari Maut! Pria yang Terjun di Dermaga Bakauheni Ditemukan Selamat di Pulau Kandang

"Penyalahgunaan zat berbahaya melalui vape menjadi tantangan serius. Cairannya dikemas dengan aroma buah atau perasa lain sehingga masyarakat, khususnya anak muda, tidak menyadari bahwa produk yang mereka hisap mengandung narkotika berbahaya," tegas Edi.

Dari penyitaan 4.364 kartrid vape tersebut, tim gabungan diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 13.000 hingga 21.000 jiwa dari ancaman paparan narkotika, sekaligus memangkas potensi biaya rehabilitasi negara hingga Rp18,65 miliar.

Saat ini, seluruh barang bukti diamankan di Mako Lanal Lampung sembari menunggu uji laboratorium forensik lanjutan. Petugas juga tengah memburu jaringan pengirim paket serta mendalami keterlibatan awak bus.

Langkah tegas ini, lanjut Uki, merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sekaligus implementasi program Asta Cita Presiden RI dalam membersihkan Indonesia dari status darurat narkoba. (ANTARA)

Load More