Tasmalinda
Senin, 26 Januari 2026 | 22:16 WIB
rumus bilangan kumulatif, asosiatif dan distributif
Baca 10 detik
  • Sifat komutatif menunjukkan urutan bilangan pada penjumlahan dan perkalian tidak mengubah hasil operasi hitung.
  • Sifat asosiatif menunjukkan pengelompokan bilangan dalam penjumlahan dan perkalian tidak mengubah hasil akhir operasi.
  • Sifat distributif mengaitkan operasi perkalian terhadap penjumlahan atau pengurangan secara menyebar, mempermudah perhitungan.

SuaraLampung.id - Istilah komutatif, asosiatif, dan distributif kerap terdengar rumit di telinga siswa. Padahal, ketiganya adalah sifat dasar operasi hitung yang sering muncul dalam soal matematika—dari penjumlahan sederhana hingga aljabar.

Agar tidak bingung lagi, berikut penjelasan sifat-sifat operasi hitung lengkap dengan pengertian, contoh sederhana, dan cara cepat memahaminya.

1. Sifat Komutatif (Pertukaran)
Sifat komutatif adalah sifat operasi hitung yang hasilnya tidak berubah meskipun urutan bilangan ditukar.

Berlaku pada:

  • Penjumlahan
  • Perkalian

Contoh:
3 + 5 = 5 + 3 = 8
4 × 2 = 2 × 4 = 8

Catatan penting:
Sifat komutatif tidak berlaku untuk pengurangan dan pembagian.

2. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)
Sifat asosiatif adalah sifat operasi hitung yang hasilnya tetap sama meskipun cara pengelompokannya diubah.

Berlaku pada:

  • Penjumlahan
  • Perkalian

Contoh:

Baca Juga: Nelayan di Lampung Ditemukan Tewas Setelah Kapalnya Terbalik Saat Melaut

(2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4) = 9
(2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4) = 24

Kuncinya ada pada tanda kurung.

3. Sifat Distributif (Penyebaran)

Sifat distributif adalah sifat operasi hitung yang mengaitkan perkalian dengan penjumlahan atau pengurangan.

Rumus Umum:
a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
a × (b − c) = (a × b) − (a × c)

Contoh:

Load More