SuaraLampung.id - Dokter Billy Rosan berupaya menempuh jalur mediasi, usai dilaporkan ke Polda Lampung atas dugaan tindak pidana tuduhan penipuan dan penggelapan, terkait kasus meninggalnya Alesha Erina Putri, bayi berusia dua bulan pascaoperasi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung.
Billy Rosan mengatakan, pihaknya memilih menempuh jalur damai atau mediasi dalam perkara tersebut, dimana saat ini proses mediasi dengan keluarga pasien sudah mulai dijajaki.
"Kami berharap, permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik lewat mediasi, karena laporan yang ada itu menurut saya sudah terlalu mengada-ada," kata Billy Rosan saat jumpa pers di Hotel Emersia Bandar Lampung, Kamis (28/8/2025) malam dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Terkait pelaporan terhadap dirinya, dokter Billy mengakui sempat kaget mendengar kabar tersebut, karena komunikasi terakhir dengan ibu pasien, saat itu masih berjalan dengan sangat baik.
"Saya ada bukti percakapan WhatsApp dari keluarga pasien, yang tidak menunjukkan adanya paksaan atau penipuan. Jadi saya cukup terkejut ketika tiba-tiba muncul laporan pidana itu," ujar Billy Rosan.
Dokter Billy menyebut, dalam kondisi saat itu operasi sebenarnya berjalan lancar, kemudian pasien dimasukkan ke ruang perawatan pasca operasi, dan langsung dipantau oleh tim anestesi.
Terkait pemberitaan yang beredar mengenai pembelian alat senilai Rp8 juta, dan meminta paksa uang tersebut dari keluarga pasien, dokter Billy mengaku tidak pernah memaksa keluarga pasien untuk membeli alat medis tambahan yang digunakan saat operasi.
"Jadi sejak awal, saya memberikan beberapa opsi ke keluarga pasien terkait dengan pilihan metode operasi, termasuk opsi dengan alat single state. Keputusan menggunakan alat ada di pihak keluarga, bukan paksaan dari saya," sebut dokter Billy.
Saat itu, dokter Billy mengakui, tindakan yang dilakukannya hanya untuk mempercepat proses operasi, agar pasien segera mendapatkan penanganan.
Baca Juga: Kasus Bayi Alesha: RSUDAM Lampung Akui Kesalahan, Ombudsman Pantau Ketat Perbaikan Layanan
"Kalau alat tersedia di rumah sakit, tentunya akan digunakan, namun karena keluarga ingin cepat, maka mereka memilih opsi menyediakan alat sendiri," ungkap dokter Billy.
Pelaksanaan operasi sendiri, menurut dokter Billy semuanya berjalan lancar. Setelah pasien dilakukan operasi, dokter Billy mengatakan tidak ada berita lagi terhadap kondisi pasien apakah masuk ruangan atau tidak, jadi tidak ada pengaduan atau apapun dari perawat terkait kondisi pasien.
Lalu tiba-tiba dokter Billy dihubungi dokter jaga, dengan kondisi pasien sudah membiru, lalu dokter Billy meminta agar pasien dimasukkan ke Ruang ICU namun kondisinya penuh. Dokter Billy pun, sempat mengusahakan untuk mencari Ruang ICU di rumah sakit lain.
Kemudian dokter Billy tidak mengetahui proses selanjutnya setelah itu, hingga akhirnya ia pun dihubungi lagi oleh perawat, ternyata pasien sudah meninggal.
Sebelumnya, pihak keluarga bayi Alesha, diwakili kuasa hukumnya, Adjo Supriyanto melaporkan Dokter Billy Rosan ke Polda Lampung.
Dokter Billy Rosan dilaporkan telah melakukan pidana penipuan dan penggelapan sesuai Pasal 372 dan 378 KUHP. Selain itu, Karena dokter Billy dilaporkan pungli dengan Pasal 12 huruf e UU Tipikor karena statusnya sebagai ASN.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Imsak Jam Berapa di Bandar Lampung? Cek Jadwal Imsak 10 Maret 2026
-
Jelang Mudik Lebaran 2026, Ini Program Servis Kendaraan di Bengkel Toyota dan Honda Lampung
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung Hari Ini, Senin 9 Maret 2026: Maghrib Jam Berapa?
-
Perbanas dan BRI Beberkan 3 Strategi Perbankan Hadapi Risiko Global
-
Promo Ramadan BRI di Kenangan Brands, Cashback 40% Pakai QRIS BRImo