"Hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan terdampak banjir, pada Ahad pagi," katanya.
Ariswandi menambahkan debit air yang cukup besar menyebabkan material berupa sisa potongan bambu dan ranting terbawa arus air, sehingga terjadi penyumbatan pada saluran drainase yang memicu air meluap, lalu menerjang jalan dan pemukiman warga.
Saat ini, ia memastikan, Tim BPBD, Damkarmat bersama TNI Polri telah melakukan pembersihan ranting pohon yang menyumbat sejumlah drainase serta mengakibatkan banjir tersebut.
"Saat ini tim BPBD bersama instansi terkait juga sedang melakukan pembersihan drainase agar air tersebut tidak tersumbat dan banjir bisa cepat surut," katanya.
Peristiwa itu, lanjut Ariswandi, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja mengakibatkan kerusakan lingkungan serta jalanan yang banyak tertutup material lumpur.
"Sampai dengan saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan terhadap desa mana saja yang terdampak dan berapa rumah warga yang terendam," ujarnya.
Ariswandi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada mengingat curah hujan di daerah tersebut masih cukup tinggi.
"Petugas BPBD juga melakukan sosialisasi penanganan bencana dan mengimbau warga agar tetap waspada terhadap ancaman bencana alam," ucap Ariswandi.
Tanggul Jebol
Baca Juga: Berkas Ijazah Palsu Anggota DPRD Lampung Selatan Lengkap, Siap Diseret ke Meja Hijau?
Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lampung Selatan M Syaiful Anwar memastikan pihaknya akan melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap tanggul sungai yang jebol di Kecamatan Palas.
"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap tanggul sungai yang jebol, yang ada di kecamatan Palas ini," kata Syaiful, Selasa (22/4/2025).
Ia mengatakan perbaikan secara menyeluruh harus dilakukan, sebab akibat dari tanggul yang jebol tersebut mengakibatkan ribuan hektare sawah siap panen milik petani terendam banjir dan terancam gagal panen.
"Iya, bahwa memang tanggul ini usianya sudah tua, kemudian penangkalan sungai juga, memang secepatnya harus dilakukan perbaikan karena memang Kecamatan Palas ini menjadi lumbung pangan Lampung Selatan," katanya.
Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung Selatan pada Senin (21/4/2025) kemarin membuat hampir seluruh wilayah yang ada di kabupaten tersebut terdampak banjir.
"Iya, kemarin saya dengan bupati memang berpisah, beliau di wilayah barat seperti Tanjung Bintang, Katibung, dan sebagainya, karena di sana juga banyak lokasi yang terdampak banjir. Kemudian saya dari Kalianda, Sidomulyo, kemudian Palas, Sragi, dan Ketapang, karena ada jembatan yang putus dan tanggul jebol," ucapnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Berkas Ijazah Palsu Anggota DPRD Lampung Selatan Lengkap, Siap Diseret ke Meja Hijau?
-
Disalahkan Wali Kota, Apa Kata Pelindo Panjang?
-
Pelindo Panjang Buka Suara Usai Disalahkan atas Banjir Bandang yang Tewaskan 3 Warga
-
3 Nyawa Melayang Akibat Banjir Bandang di Panjang, Eva Salahkan Pelindo
-
Kafe di Jalinsum Kalianda Terbakar! Banjir dan Korsleting Diduga Jadi Penyebab
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu