SuaraLampung.id - Empat komoditas berupa cabai, beras, daging ayam dan bawang merah, berandil besar dalam menyumbang inflasi tahunan di Provinsi Lampung.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung Achmad P Subarkah menyatakan empat komoditas itu berpotensi sebagai penyumbang inflasi tahunan, baik secara frekuensi maupun secara rerata dari bulan ke bulan.
Ia mengatakan, untuk mengatasi andil komoditas sebagai penyumbang inflasi tahunan, pihaknya bersama pemerintah daerah telah melaksanakan penguatan program gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP) untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, menjaga kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
"Yang dilakukan untuk menjaga inflasi adalah dengan memperkuat kerja sama daerah. Seperti untuk penyediaan bawang merah dengan mengurangi simpul distribusi pangan, sehingga petani bisa langsung ke distributor besar melalui pasar atau kerjasama dengan BUMD, jadi harga yang diterima masyarakat semakin rendah," katanya.
Baca Juga: Meraih Emas di PON XXI, Atlet Terjun Payung Lampung Dapat Hadiah 1 Hektare Tanah
Kemudian dilakukan pula operasi pasar, penguatan ketahanan pangan strategis, dukungan subsidi ongkos angkut, peningkatan pemanfaatan alat mesin pertanian dan saprotan, penguatan koordinasi dan komunikasi serta penguatan infrastruktur teknologi informasi komunikasi.
"Selain itu guna menjaga empat komoditas tersebut tidak menyebabkan inflasi, maka pemerintah juga menjaga agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara besar-besaran dengan mengatur daya beli masyarakat, peredaran uang, dan mengatur suku bunga di Agustus untuk tetap dipertahankan 6,25 persen," ucap dia.
Menurut Subarkah, akan dilakukan pula penguatan kredit kepada sektor pertanian untuk meningkatkan kapasitas produksi daerah, penguatan pelaksanaan toko pengendalian inflasi di empat kabupaten serta kota IHK dengan mengoptimalkan peran BUMD untuk memastikan ketersediaan komoditas di pasaran.
"Dengan upaya ini diharapkan inflasi gabungan empat kabupaten dan kota di Provinsi Lampung pada 2024 diperkirakan tetap terjaga pada kisaran 2,5 plus minus 1 persen, sejalan dengan outlook makanan dan minuman yang lebih terjaga, termasuk empat komoditas tersebut," tambahnya.
Diketahui pada 2024 target capaian program GNPIP Provinsi Lampung untuk program replikasi praktik baik ada tiga kegiatan, hilirisasi pertanian tiga kegiatan, penguatan kapasitas budidaya pangan mandiri dua kegiatan, kerja sama antar daerah tiga daerah, dan dukungan pasar murah 600 lokasi.
Baca Juga: Waspada Ada Kenaikan Harga 2 Komoditas Ini di Lampung pada Akhir Tahun
Kemudian koordinasi kelembagaan 16 lembaga, capacity building TPID tiga kegiatan, pengendalian ekspektasi pasar 12 kegiatan, dan konsumsi produk olahan serta diversifikasi pangan empat kegiatan.
Berita Terkait
-
Libur Lebaran di Lampung? Ini 6 Destinasi Wisata Seru yang Wajib Dikunjungi
-
Seorang Polisi Jadi Korban Begal di Cikarang, Honda Scoopy Miliknya Dibawa Kabur
-
Manfaat Makanan Pedas buat Kesehatan, Prabowo Saran Kurangi Makan Saat Harga Cabai Naik
-
KSAD Maruli Ungkap Nasib 2 Prajurit Penembak Mati 3 Polisi di Lampung: Kemungkinan Dipecat!
-
Jenderal Maruli: Pemecatan Pelaku Penembakan 3 Polisi Tunggu Vonis Pengadilan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Jalan Bandar Lampung Mulus Tapi Rentan Rusak? Menteri PU Ungkap Biang Keroknya
-
Arus Balik Memuncak! Polisi Terapkan Sistem Tunda di Pelabuhan Bakauheni
-
Novelis Ika Natassa Murka ke ASN Lampung Barat yang Menghina Dirinya
-
Ribuan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni, Malam Ini Diprediksi Puncak Arus Balik 2025
-
Dari Mata Air Jadi Cuan, Kisah Sukses Desa Wunut Bangun Wisata Air Umbul Pelem