SuaraLampung.id - Dewan Pimpinan Daerah Federasi Guru Independen Indonesia (DPD FGII) Provinsi Lampung merespons terjadinya tawuran maut yang menewaskan siswa SMK BLK Bandar Lampung.
Ketua DPD FGII Provinsi Lampung Anton Kurniawan mengatakan, tawuran yang memakan korban jiwa itu adalah tindak kriminal bukan kenakalan remaja biasa.
Karena itu menurut Anton, pelaku tawuran harus diberi sanksi tegas supaya ada efek jera sehingga peristiwa tawuran antarpelajar tidak lagi terjadi di Lampung.
Menurut Anton, Dinas Pendidikan dan stakeholder harus menyusun langkah-langkah khusus dan melakukan aksi yang tepat guna mencegah terjadinya tawuran.
Sebab kata Anton, tawuran yang terjadi apalagi sampai memakan korban jiwa adalah peristiwa luar biasa sehingga butuh penanganan yang tak biasa pula.
Anton berharap Dinas Pendidikan Provinsi Lampung bisa membangun komunikasi yang intens dengan aparatur penegak hukum, para pakar dan ahli, tokoh masyarakat, pengamat pendidikan, pers dan pihak-pihak yang peduli pendidikan agar ada solusi tepat dalam menangani permasalahan ini.
"Dinas Pendidikan harus bisa menemukan metode yang tepat supaya anak-anak muda ini bisa menunjukkan eksistensinya. Mereka adalah harapan masa depan bangsa ini. Oleh sebab itu, kita harus bisa memberikan ruang bagi mereka untuk menyalurkan energi yang luar biasa besar dalam diri mereka," ucap Anton.
Tidak hanya pemerintah, Anton mengatakan, masyarakat dan orang tua juga memiliki peran penting dalam mencegah tawuran antarpelajar.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD FGII Provinsi Lampung Abraham Saleh, M.Pd. menyoroti sikap masa bodoh dan anti sosial yang semakin subur berkembang di masyarakat, sehingga tidak peka dan tidak peduli dengan peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
Baca Juga: DCT Anggota DPRD Bandar Lampung Diumumkan Sabtu
"Ini juga menjadi pekerjaan rumah bersama, bagaimana memupuk kembali sikap simpati dan empati masyarakat yang semakin luntur. Jika kita semua peduli terhadap sesama, tentu akan mampu mengeliminasi peristiwa-peristiwa tawuran dan kriminal yang kini marak terjadi," ujar Abraham.
Seperti diketahui tawuran antarpelajar di pinggir Jalan Soekarno - Hatta Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, pada Senin (30/10/2023) sekitar pukul 18.00 WIB.
Tawuran ini memakan korban jiwa. Satu orang pelajar SMK BLK Bandar Lampung atas nama Gilang Ihsan Zikri (17) meninggal dunia dalam aksi tawuran tersebut.
Aparat Polresta Bandar Lampung sudah menangkap tiga tersangka penganiayaan seorang pelajar SMK BLK Bandar Lampung dalam aksi tawuran. Tiga tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial R (17) dan MO alias OTE (16) dan BBA. (ANTARA)
Berita Terkait
-
DCT Anggota DPRD Bandar Lampung Diumumkan Sabtu
-
Sempat Ditiadakan, Damkarmat Bandar Lampung Ajukan Anggaran Resting di APBD 2024
-
3 Pelaku Tawuran Maut di Bandar Lampung Sudah Ditangkap, Polisi Masih Kejar 2 Orang Lagi
-
Sikapi Tawuran Maut di Bandar Lampung, MKKS SMK Bandar Lampung Ambil Langkah Ini
-
Satu Pelaku Tawuran Maut di Bandar Lampung Ditangkap, Ini Perannya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu