SuaraLampung.id - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjamin pihaknya memberikan pendampingan psikologis kepada anak yang menjadi korban pelecehan seksual di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Risma mengaku baru mendapat kabar mengenai adanya seorang anak di Lampung Tengah yang menjadi korban pencabulan oleh dua ayah sambungnya sebelum berangkat ke Lampung.
Begitu mendapat kabar tersebut, Risma langsung menemui korban serta ibunya di Lampung Tengah. Setelah melihat kondisi korban serta ibu korban, menurut dia, pihaknya akan memberikan pendampingan psikologis.
"Bantuan pendampingan psikologis akan kami lakukan bersama Polres Lampung Tengah. Sebab setelah berbincang terlihat ada traumatik yang cukup dalam pada ibu korban dan korban," katanya.
Dia mengemukakan keduanya akan didampingi oleh psikolog. Selain itu, juga akan ada pemeriksaan kesehatan.
"Kami akan periksa lengkap, setelah itu segera dilihat saran dari psikolog mengenai keadaan keduanya. Selain itu, juga ada pemeriksaan kesehatan, sehingga keduanya bisa kembali pulih dari trauma," ucapnya.
Selain akan memberikan pendampingan psikologis, Mensos Risma pun berjanji akan melunasi utang dan membantu ibu korban membuat usaha.
"Kebetulan ibu korban ini selalu pergi karena harus bekerja untuk melunasi utang, dan terjadilah peristiwa ini. Oleh karena itu, saya berjanji akan membantu melunasi utangnya dan membantu membuat usaha," katanya.
Ia berharap dengan adanya bantuan untuk membuat usaha secara mandiri, ibu korban dapat memiliki waktu lebih untuk mendampingi anaknya.
Baca Juga: Bejat! Ayah Cabuli Anak Sambung di Pasar Minggu, Korban Trauma Berat
"Pelakunya ada dua orang. Pihak kepolisian siap menindaklanjuti, dan saya titip keamanan anak korban serta keluarganya kepada pihak berwajib. Saya juga berterima kasih terutama kepada kepala desa yang mendorong ibu korban untuk berani melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian," ucap dia.
Sebelumnya, telah terjadi kasus pelecehan seksual kepada anak berusia 17 tahun di Kabupaten Lampung Tengah oleh dua ayah tirinya.
Kejadian pelecehan seksual kepada anak itu terjadi pada 2019 saat korban duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) yang dilakukan oleh ayah tiri pertama. Kemudian kejadian kedua berlangsung pada Maret 2023 oleh ayah tiri kedua, ketika ibu korban sedang bekerja.(ANTARA)
Berita Terkait
-
Bejat! Ayah Cabuli Anak Sambung di Pasar Minggu, Korban Trauma Berat
-
Wakil Rakyat Minta Polres Bogor Fokus Tangani Kasus Pencabulan Oleh Oknum Guru Agama
-
Hajab! Bocah 8 Tahun di Toba Dicabuli Kakek-Disetubuhi Ayah Sendiri
-
Saiful Jamil Akui Hampir Bunuh Diri Saat Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur
-
Tragis! Anak 8 Tahun di Sumut Jadi Korban Rudapaksa Ayah dan Kakek
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir
-
Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar