SuaraLampung.id - Sebanyak tujuh warga Lampung Tengah dan Kota Metro diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi pisang goreng di acara takziah pada Selasa (17/1/2022) lalu.
Tiga dari tujuh korban tersebut yakni D (80) dan T (80) warga Punggur, Lampung Tengah, dan N (37) warga Kota Metro meninggal akibat keracunan tersebut.
Sedangkan empat korban lainnya yakni S (49) warga Lampung Tengah, AS (66) warga Metro Utara, J (42) warga Punggur, dan AJ (36) warga Metro Utara harus dilarikan ke RSUD Jenderal A Yani Metro untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Tengah dr Otniel mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai POM Provinsi Lampung terkait penyebab utama keracunan dialami warga Kecamatan Punggur itu.
Pihaknya mengaku sudah mengirimkan sampel sisa makanan, bahan tepung, minyak, dan bekas alat yang digunakan ke Balai POM Lampung untuk pemeriksaan.
"Belum diketahui, kami masih menunggu hasil dari Balai POM. Kemarin kami sudah ambil dan kirimkan sampel sisa makanan dan lainnya ke sana dan masih dalam pemeriksaan," kata Otniel saat dihubungi melalui pesan singkat.
Empat pasien yang diduga keracunan makanan usai mengonsumsi pisang goreng di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung yang dirawat di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, kondisinya sudah mulai membaik.
Keempatnya yakni S (49) warga Lampung Tengah, AS (66) warga Metro Utara, J (42) warga Punggur, dan AJ (36) warga Metro Utara.
"Tadi sudah saya cek, kondisinya sudah bagus. Keempat korban juga sudah dipindahkan dari IGD ke ruang rawat inap. Tiga ke ruangan penyakit dalam B, dan satunya di penyakit dalam C," ujar Kasubag Humas RSUD Jenderal A Yani Metro Oktarina Handayani saat dikonfirmasi, Kamis (19/1/2023).
Dia menjelaskan, meskipun kondisinya sudah membaik dan bisa diajak berkomunikasi, beberapa pasien masih mengeluh sakit pada bagian perutnya.
"Saat ini satu pasien sudah bisa memakan makanan lunak, sementara tiga lainnya masih mengonsumsi susu. Besok ada yang sudah mau pulang juga," katanya lagi.
Sementara itu, penyebab utama keracunan tersebut, merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan dan Tim Inafis Polres Lampung Tengah.
"Tim dari Dinkes dan Inafis Polres Lampung Tengah juga sudah mengambil sampel. Kami juga siapkan sampel dari pasien jika mereka membutuhkan. Kewenangan kami hanya merawat pasien saja," kata Oktarina. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Bantargebang 'Serial Killer', Pelaku Modus Bisa Bikin Kaya Lalu Bunuh Korbannya
-
Aki Wowon Racuni Sekeluarga di Bekasi Pakai Pestisida, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?
-
Polisi: Kasus Sekeluarga Keracunan di Bekasi Mengarah pada Pembunuhan Berencana
-
Tewasnya Satu Keluarga di Bantargebang Bukan Keracunan, Kapolda Metro Jaya: Itu Pembunuhan!
-
Polisi Sebut Kasus Keracunan Satu Keluarga di Bekasi sebagai Pembunuhan Berencana
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung