Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Senin, 18 Juli 2022 | 13:09 WIB
Bunga, mainan, dan sejumlah benda lain diletakkan di tugu peringatan untuk para korban penembakan sekolah yang mengakibatkan kematian 19 anak dan dua guru di Robb Elementary School, Uvalde, Texas, Amerika Serikat, Minggu (29/5/2022). Laporan DPR menyatakan banyaknya korban yang jatuh dalam peristiwa penembakan massal di SD Texas karena buruknya kinerja kepolisian. [AFP/Photo]

SuaraLampung.id - Penyelidikan DPR Texas tentang penembakan massal yang menewaskan 21 orang di sebuah sekolah dasar di Uvalde menemukan adanya kegagalan sistemik dan kepemimpinan yang buruk dalam institusi kepolisian.

Akibat kegagalan sistemik dan kepemimpinan yang buruk itu, berdampak pada banyaknya jatuh korban dari peristiwa penembakan massal tersebut.

Dalam laporan 77 halaman, komite penyelidikan DPR Texas mempertanyakan kenapa diperlukan waktu lebih dari satu jam bagi polisi dan petugas keamanan lainnya untuk menyerbu dan melumpuhkan seorang penembak berusia 18 tahun di SD Robb pada 24 Mei 2022.

Kesimpulannya, kata laporan itu, para penegak hukum yang datang ke lokasi kejadian "gagal menerapkan latihan menembak mereka, dan mereka gagal memprioritaskan keselamatan korban ketimbang keselamatan mereka sendiri".

Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Geger, Penembakan Massal di Mal Indiana Tewaskan 3 Orang

Laporan itu juga mengatakan 376 penegak hukum mengepung sekolah itu dalam suasana kacau balau yang ditandai oleh tidak adanya kepemimpinan yang jelas dan tindakan darurat yang cukup.

"Selain si penyerang, Komite tidak menemukan adanya 'penjahat' lain dalam penyelidikan," tulis laporan itu.

"Sebaliknya, kami menemukan kegagalan sistemik dan pengambilan keputusan yang buruk dan mengerikan."

Tidak adanya kepemimpinan, kata laporan itu, telah berkontribusi pada hilangnya nyawa para korban.

"...korban yang terluka menunggu pertolongan lebih dari satu jam, dan si penyerang terus menembakkan senjatanya secara sporadis."

Baca Juga: Lagi-lagi Penembakan Massal Di AS, Pelaku Dan 3 Korban Tewas

Wali Kota Uvalde Don McLaughlin dalam pernyataan lewat surel mengatakan pemerintah kota telah menonaktifkan Letnan Mariano Pargas, yang bertindak sebagai kepala polisi kota saat kejadian.

Load More