Wali Kota McLaughlin pada Minggu merilis rekaman kamera petugas dari sejumlah polisi kota di lokasi kejadian yang memperlihatkan adanya kebingungan.
Rekaman kamera salah satu petugas yang pertama tiba di sekolah itu menunjukkan suasana kacau hanya beberapa menit setelah pelaku menembak lebih dari 100 kali di dalam ruang kelas.
Petugas itu mendekati pintu kelas tersebut dan terkena tembakan pelaku. Dia bertanya kepada rekannya di lorong apakah dia berdarah, kemudian berbalik ke luar sekolah.
"Dia ada di kelas itu!" teriak si petugas kepada rekannya di luar. "Kita harus masuk ke sana! Kita harus masuk ke sana, dia terus menembak!"
Laporan itu menyebut sejumlah kegagalan di sekolah tersebut, termasuk menyoroti pagar luar setinggi lima kaki (sekitar 1,5 m) yang tak mampu mencegah si penembak.
Ada juga "kebiasaan petugas sekolah yang tidak mematuhi" aturan karena pintu ruang dalam dan luar dibiarkan tidak terkunci atau disangga agar terbuka.
Pelaku penembakan dengan mudahnya masuk ke dalam sekolah melalui pintu yang tidak dikunci.
Laporan itu juga menyebut soal sekitar 142 peluru yang ditembakkan pelaku di dalam gedung, bahwa "hampir pasti" sekitar 100 di antaranya ditembakkan sebelum petugas masuk ke sekolah tersebut.
Laporan itu menemukan adanya "kekurangan dan kegagalan" dari pihak distrik sekolah, berbagai instansi dan penegak hukum, serta kurangnya pendekatan di antara pihak berwenang.
Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Geger, Penembakan Massal di Mal Indiana Tewaskan 3 Orang
Para siswa di ruang kelas saat penembakan terjadi menelepon 911 dan meminta bantuan.
Namun, laporan itu mengatakan tak seorang pun memastikan bahwa petugas yang membuat keputusan penting mengetahui panggilan darurat itu atau "menerima informasi dari siswa dan guru yang selamat dari serangan awal".
"Tak seorang pun dalam rantai komando menganalisis informasi ini untuk mengetahui bahwa pelaku mencegah korban yang terluka mendapatkan perawatan medis," tulis laporan itu.
Penyelidikan juga menemukan adanya "kewaspadaan yang santai" di sekolah karena peringatan keamanan di sana lebih sering menyangkut kasus penyelundupan imigran.
Video yang diunggah pekan lalu oleh harian Austin American-Statesman menunjukkan bahwa polisi berlindung di lorong selama 77 menit sebelum menyerbu dua kelas yang bersebelahan dan beradu tembak dengan pelaku.
Pihak berwenang pada Mei mengatakan anak-anak yang panik di dalam kelas menelepon nomor darurat 911 enam kali ketika para petugas menunggu di lorong.
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Kembali Geger, Penembakan Massal di Mal Indiana Tewaskan 3 Orang
-
Lagi-lagi Penembakan Massal Di AS, Pelaku Dan 3 Korban Tewas
-
Pria Bersenjata Berondong Kantin Pusat Perbelanjaan, Tiga Orang Tewas
-
Jose Mourinho Pamer Tato Tiga Trofi antar Klub UEFA, Singgung Manchester United
-
Uni Emirat Arab Tangkap Warga Negara AS Mantan Pengacara Jurnalis Jamal Khashoggi
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Modus Licin Penipuan Mobil Berkedok Harga Miring yang Menimpa Warga Pringsewu
-
Polisi Gerebek Tambang Ilegal di Baradatu, 26 Gram Emas Disita
-
Pabrik Cinta Palsu di Balik Jeruji: 137 Napi Lapas Kotabumi Menjerat 1.200 Korban
-
Teknologi AI Disalahgunakan, Penipuan Deepfake Ancam Keamanan Data dan Finansial Masyarakat
-
Amuk Massa di Mesuji: Warga Bakar Ponpes Nurul Jadid karena Kasus Asusila Pimpinan Pondok