SuaraLampung.id - Konsultan Komunikasi Politik Ipang Wahid membeberkan dana yang diperlukan calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang.
Biaya yang dibutuhkan bagi pasangan capres-cawapres yang akan berlaga di pilpres 2024 ini tidak murah dan memakan biaya fantastis.
Ipang Wahid sendiri tidak bisa memberi angka pasti berapa biaya yang dibutuhkan bagi capres saat Pilpres 2024 nanti namun ia bisa memberi gambaran.
"Menurut anda untuk 2024 nantinya, satu pasang capres untuk komunikasi politik, mengambil berapa dari Rp 1 triliun tadi?" tanya Akbar Faizal di YouTube Akbar Faizal Uncensored.
Menurut Ipang Wahid semua tergantung dari kandidat yang mau maju.
"Kalau awareness nya belum tinggi pasti lebih mahal. Kalau sekelas Kang Emil Ridwan Kamil, followers nya 16 juta, jauh lebih murah karena aset digitalnya sudah banyak," kata Ipang.
Akbar Faizal lalu menyebut nama lima tokoh yang masuk dalam lima besar capres versi hasil survei lembaga Burhanuddin Muhtadi.
"Katakanlah kita menyebut lima 5 nama hasil survei Burhanudin Muhtadi, Ganjar, Prabowo, Anies, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil," kata Akbar.
Melihat kelima nama ini, Ipang Wahid menilai semuanya sudah memiliki awareness yang tinggi.
Baca Juga: Anis Matta Sebut Ada Partai Mau Berkuasa Dengan Cara Jual Tiket Capres
"Sebaran seperti itu spending per bulan bisa Rp 50 miliar sampai Rp100 miliar untuk media tok. Tergantung kita runningnya berapa bulan," sebut Ipang.
"Kan resminya kampanye enam bulan setelah pendaftaran. Berarti 6 bulan kali Rp100 miliar berarti Rp600 miliar," tegas Akbar Faizal.
"Kalo 6 bulan tapi kan mainnya dari sekarang. Kita mau spend berapa dari sekarang, kan tergantung napasnya aja. Di atas langit ada langit. Apalagi yang awareness nya masih rendah-rendah," ujar Ipang.
Dalam pemenangan capres, Ipang menyebut ada tiga hal yang menyokong yaitu operasi udara, operasi darat dan operasi politik.
Operasi udara adalah strategi para capres bermain di ranah media baik media konvensional seperti media massa maupun media sosial.
Sementara operasi darat adalah dengan cara langsung turun ke masyarakat memperkenalkan capres dan operasi politik adalah meminta dukungan dari ormas, tokoh, dan partai politik.
Berita Terkait
-
Anis Matta Sebut Ada Partai Mau Berkuasa Dengan Cara Jual Tiket Capres
-
Sindir Parpol Lain Cuma 'Jualan Tiket', Anis Matta Puji Keberanian PDIP-PKB Dorong Kader Sendiri jadi Capres
-
Wacana Prabowo Digandeng Muhaimin Jadi Cawapres, Kader Gerindra Jatim Tegas Menolak
-
Cegah Polarisasi di Pilpres 2024, PKS: Munculkan Tiga Paslon Capres-Cawapres, Tindak Tegas Buzzer!
-
Belum Munculkan Nama, PAN Bantah KIB Kesulitan Usung Capres-Cawapres 2024
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan