Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Rabu, 11 Mei 2022 | 07:15 WIB
Tangkapan layar Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mendengar laporan pemeliharaan pesawat TNI Angkatan Udara dari Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Mabes TNI, Jakarta, sebagaimana disiarkan kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa, Jumat (11/2/2022). Pengamat Rudi S Kamri mengkritik pencitraan Jenderal Andika Perkasa. [ANTARA/Genta Tenri Mawangi]

Rudi mempertanyakan keetisan sikap Andika yang menerima tamu dengan disorot kamera lalu diekspose di YouTube.

"Apakah etis ya kita menerima tamu disyuting begitu dengan tamunya kaya terdakwa gitu. Disyuting, diekspose gitu," ucapnya.

Menurut Rudi, Marsekal Fadjar adalah pemimpin tertinggi matra udara yang harkat martabatnya kewibawaannya harus dijaga.

"Di depan Panglima TNI menunduk seperti itu. Saya tidak bicara esensinya, apakah perlu seperti itu menerima tamu diekspose. Di militer ada kerahasiaan kenapa harus diekspose begitu," ucap dia. 

Baca Juga: Panglima TNI Perintahkan Jajaran Libatkan Lebih Banyak Prajurit TNI Wanita dalam Pasukan Perdamaian

Bagi Rudi, personal branding seperti ini justru akan kontraproduktif terhadap Andika.

"Orang akan berpikir ini pencitraan semata. Menurut saya ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi pada Pak Andika jangan akhirnya jadi luntur gara-gara hal sepele Pak Andika," ujar Rudi.

"Jangan mempermalukan anak buah, kemudian tidak perlu kaya drama gitu nerima tamu, tanpa embel-embel kaya begitu Pak Andika sudah hebat. Mari kita menghormati orang lain termasuk anak buah juga. Jadi pencitraan boleh tapi yang natural dan tidak terlalu lebay," tutupnya.  

Load More