"Setelah saya juara, balik ke Indonesia baru diucapin. Terakhir sih ngomongnya selamat ya dek belum apa-apa. Uda ngomongnya gitu doang," papar dia.
Setelah sang ayah meninggal dunia, Pramudya Kusumawardana baru menyadari itu adalah cara sang ayah mendidiknya agar kuat.
"Awalnya kesal sama mereka kaya terlalu keras sama saya. Tapi ke sini-sini saya flashback gitu, mungkin kalo saya ga dikerasin mungkin saya ga kuat ngelewatin tantangan demi tantangan di badminton. Jadi mungkin itu dia menyiapkan saya untuk lebih kuat. Jadi paling support itu orang tua karena dia membiayai, mengayomi, mendidik," ujar Pramudya.
Pram berterima kasih kepada sang ayah karena telah mendidiknya dengan keras sehingga ia menjadi sosok yang kuat dalam menghadapi tantangan di dunia bulu tangkis saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
-
Berburu Mobil Impian di BRI KKB Expo 2026, Digelar di 131 Cabang
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Serba Hemat di Bulan Kemerdekaan, Cek Promo BRI