SuaraLampung.id - Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menghadiri undangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara Sinau Bareng di kantor PDIP, Minggu (10/4/2022).
Cak Nun mengungkapkan kedatangannya ke kantor PDIP atas undangan Megawati mendapat reaksi beragam di media sosial.
Kata Cak Nun ia dimarahi banyak orang di media sosial karena hadir di Kantor PDIP. Bahkan orang-orang itu menudingnya menjilat Megawati.
"Temen-temen, saya diminta ke sini bingung dan dimarahi banyak orang. Tadi aja di medsos saya dimarahi, Cak Nun menjilat Mbak Mega," kata Cak Nun dikutip dari YouTube PDI Perjuangan.
Cak Nun lalu memberi jawaban mengenai tudingan dirinya menjilat Megawati.
"Lho yang ngundang Mbak Mega berarti Mbak Mega yang jilat saya. Ini ga ada urusan jilat menjilat. Ini adalah cinta tanah air, cinta bangsa, cinta rakyat," ujar dia.
Cak Nun mengaku, Mega sudah mengundang dirinya hadir di kantor PDIP sejak tiga tahun lalu. Namun baru hari ini Cak Nun bisa memenuhi undangan tersebut.
Itu pun kata suami Novia Kolopaking ini harus melewati perjuangan batin yang luar biasa. Cak Nun melakukan salat istikharah dan wiridan serius.
"Kemudian saya bermimpi kira-kira seminggu yang lalu. Bahwa saya keliling dunia, kemudian pulang ke Indonesia. Saya bertemu cakrawala. Terhampar kain yang sangat panjang tulisannya PDI Pengayoman bukan perjuangan. Karena perjuangan dulu," terang Cak Nun.
Baca Juga: Hidangkan Gorengan saat Buka Puasa Bareng Cak Nun, PDIP: Gorengannya Pakai Minyak Kelapa
Ditangkap karena Dukung Mega
Cak Nun lalu bercerita pernah ditangkap karena mendukung Megawati sebagai Ketua Umum PDI di era Orde Baru. Peristiwa ini terjadi ketika PDI menggelar Kongres Luar Biasa di Surabaya.
"Saya bersimpati pada Bu Mega supaya dia nanti mimpin PDI. Sehingga saya, Gus Dur dan Eros Djarot ke Surabaya," kata Cak Nun.
Cara Cak Nun mendukung Mega agak lain. Ia mencari jimat Madura, lalu diam-diam dimasukkan ke tasnyaMega. Setelah itu Cak Nun wiridan di atas air. Airnya ia percikkan ke tempat tinggal Mega di asrama haji.
"Karena semua yang ada di asrama Bu Mega itu intel. Yang nyuguhin makanan intel, yang nyapu intel," ujar Cak Nun.
Menurut Cak Nun kedatangannya ke Surabaya bukan karena mampu mengangkat Megawati jadi Ketua PDI tapi adalah sebuah pernyataan keberpihakan kepada kebenaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia
-
Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan
-
BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
-
Berburu Mobil Impian di BRI KKB Expo 2026, Digelar di 131 Cabang
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga