SuaraLampung.id - Penerbit Belanda yang memublikasikan buku tentang penyelidikan kasus pengkhianatan penulis catatan harian remaja Yahudi Anne Frank menarik kembali buku tersebut dari peredaran.
Penarikan buku tentang pengkhianatan terhadap Anne Frank dilakukan setelah banyaknya laporan kritis tentang temuan buku itu.
"The Betrayal of Anne Frank: A Cold Case Investigation," oleh penulis laris Kanada Rosemary Sullivan telah ditolak secara luas oleh para ahli sejak dirilis pada Januari.
Buku itu menyebut notaris Yahudi, Arnold van den Bergh, sebagai tersangka utama dalam mengungkap persembunyian keluarga itu kepada Nazi.
Ada reaksi balik dari kelompok Yahudi, sejarawan, dan peneliti independen yang kemudian mengkritik kesimpulan tim penyelidikan kasus itu.
Bulan lalu, organisasi komunitas nasional Yahudi Eropa mendesak HarperCollins untuk menarik edisi bahasa Inggris. Mereka mengatakan buku itu telah menodai kenangan Anne Frank dan martabat para penyintas Holokaus.
Pada Selasa (22/3/20202), sebuah laporan tandingan oleh para ahli dan sejarawan Perang Dunia Kedua yang dirilis di Belanda, mengatakan kesimpulan dari tim penyelidikan kasus pengkhianatan Anne Frank, yang dipimpin oleh seorang pensiunan penyelidik FBI Amerika Serikat, tidak teruji terhadap pembuktian profesional.
"Secara keseluruhan sangat lemah, kadang-kadang didasarkan pada sumber yang salah, penambahan sumber yang direka-reka, dan sama sekali tidak berdasarkan penilaian kritis," laporan itu menyimpulkan.
"Tidak ada bukti serius untuk tuduhan tak main-main ini," para ahli menemukan.
Baca Juga: Kisah Mengharu Biru Perempuan Miskin Pemecah Batu dan Putrinya
Sebagai tanggapan, penerbit Belanda Ambo Anthos mengatakan, "Berdasarkan kesimpulan laporan ini, kami telah memutuskan segera bahwa buku itu tidak lagi akan tersedia. Kami akan meminta toko buku untuk mengembalikan stok mereka."
Edisi bahasa Inggris dari buku ini diterbitkan oleh HarperCollins. HarperCollins tidak menanggapi permintaan komentar.
Buku harian Anne yang berkisah tentang kehidupan dalam persembunyian telah diterjemahkan ke dalam 60 bahasa.
Dia dan tujuh orang Yahudi lain ditemukan pada Agustus 1944 setelah mereka menghindari penangkapan selama hampir dua tahun di sebuah ruang rahasia di atas gudang tepi kanal di Amsterdam.
Semua dikirim ke kamp konsentrasi dan Anne meninggal di kamp Bergen Belsen pada usia 15 tahun. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung