SuaraLampung.id - Stok minyak goreng di sejumlah minimarket di Bandar Lampung masih kosong di tengah naiknya harga minyak goreng di pasaran.
Kenaikan harga minyak goreng terjadi sejak pemerintah mencabut penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang semula Rp14.000 per liter.
Pantauan Lampungpro.co--jaringan Suara.com di minimarket Indomaret Cut Mutia stok minyak goreng kosong. Minimarket ini hanya mendapat lima karton berisi 60 kemasan.
"Kemarin datang langsung diborong yang seliterny Rp20 ribu," kata Rahmat pramuniaga Indomaret Cut Mutia.
Baca Juga: Kabar Baik, Pemkab Serang Bakal Jual Murah Minyak Goreng, Gula dan Terigu
Dia mengatakan biasanya mendapatkan jatah minyak goreng lima hingga enam karton per hari. "Sekarang stok kita kosong belum dateng lagi, kemungkinan sore atau besok pagi baru ada lagi," ucapnya.
Di Indomaret Wolter Monginsidi masih tersisa minyak goreng dengan merek Fitri, sedangkan yang lain kosong. Menurut Yudi, pramuniaga Indomaret stok minyak goreng hanya tinggal yang di rak.
"Merek lain masih kosong. Masih agak susah minyak gorengnya sekarang walaupun naik harganya," ujarnya.
Pemandangan rak kosong juga tampak di Indomaret Jalan Pramuka, Rajabasa. Di sini harga minyak goreng Tropical dibanderol Rp51.800 per 2 liter. Namun pramuniaga Indomeret mengatakan sejak HET minyak goreng dicabut, belum pernah ada kiriman.
Demikian juga di minimarke Alfamart yang bersebelahan dengan Indomaret ini. Menurut pramuniaga Alfamart, minyak goreng kosong sejak sepekan terakhir. "Belum tahu kapan ada pengiriman lagi," kata dia.
Biasanya di minimarket yang bergandengan ini setiap sore antri warga yang umumnya kaum ibu untuk mendapatkan minyak goreng bersubsidi seharga Rp14.000 per liter. Kerumunan pembeli biasanya terjadi saat truk pengirim barang tiba. Begitu tiba, minyak langsung habis diserbu warga.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Minyak Goreng Lain Dikemas ke MiyaKita, Takarannya Dikurangi
-
Gawat! Kemendag Ciduk Repacker MinyaKita Nakal, Ini Modusnya!
-
Kemendag Tegaskan MinyaKita Bukan Subsidi dan Tak Berasal dari APBN
-
66 Pelaku Usaha MinyaKita Nakal Diciduk Kemendag, Ini Modusnya
-
Takaran Kurang, Kedaluwarsa Dipertanyakan: MinyaKita Ditarik dari Pasaran?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni
-
Pesta Sekura Cakak Buah: Tradisi Unik Lampung Barat di Momen Lebaran Idul Fitri
-
Mudik Motor Makin Lancar! Dermaga Khusus & Skema TBB Disiapkan di Bakauheni