SuaraLampung.id - Sutradara pemenang Oscar Jane Campion mendapat kritik dari warganet di media sosial karena komentar negatifnya terhadap dua petenis kakak beradik Serena dan Venus Williams.
Setelah banjir kritikan, Jane Campion akhirnya meminta maaf kepada Serena dan Venus Williams, pada Senin (14/3/2022) waktu setempat.
Dikutip dari AFP, Senin, komentar yang dilontarkan perempuan asal Selandia Baru itu telah memicu kemarahan publik pada Minggu (13/3/2022) saat dirinya menerima penghargaan dari Critics Choice Award (CCA) kategori sutradara terbaik untuk film "The Power of the Dog" (2021).
Ketika naik di atas panggung, pada awalnya Campion memuji bakat para perempuan yang hadir di acara bertabur bintang itu.
"Sungguh menakjubkan berada di sini malam ini di antara begitu banyak perempuan luar biasa," katanya saat memulai pidato.
Namun ketika menyinggung Serena dan Venus, Campion mengeluarkan komentar yang membandingkan pengalaman dua petenis itu dengan dirinya sebagai seorang perempuan yang bergelut di industri hiburan Hollywood.
Serena dan Venus merupakan anak dari Richard Williams, pelatih tenis legendaris yang melatih kedua putrinya. Kakak-beradik itu menghadiri acara penghargaan CCA untuk mendukung Will Smith yang membintangi film biografi "King Richard" (2021).
"Serena dan Venus kalian sangat luar biasa, namun kalian tidak bermain melawan para pemain seperti yang saya lakukan," katanya.
Komentar tersebut memicu reaksi dan kritik. Para pengguna media sosial melabeli komentar Campion itu seksis dan rasis. Video potongan yang merekam raut wajah kecewa Venus saat mendengar komentar Campion menjadi viral di media sosial Twitter.
Baca Juga: Novak Djokovic Masuk Daftar Peserta Australian Open 2022
"Saya membuat komentar tanpa berpikir, menyamakan apa yang saya lakukan di dunia film dengan semua yang telah dicapai Serena Williams dan Venus Williams," kata Campion meminta maaf dalam sebuah pernyataan.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan dua perempuan kulit hitam legendaris dan atlet kelas dunia tersebut.
Campion menyebutkan bahwa Williams bersaudara sebenarnya juga berhadapan dengan laki-laki baik di dalam maupun di luar lapangan tenis. Dua bersaudara itu telah membuka pintu harapan bagi perempuan lain di dunia ini untuk terjun dalam olahraga tenis.
"Saya suka Serena dan Venus. Prestasi mereka sangat besar dan menginspirasi. Serena dan Venus, saya minta maaf dan sepenuhnya mendukung Anda," lanjut Campion.
Selain mendapat penghargaan di CCA, pada Minggu (14/3) film "The Power of the Dog" juga diganjar penghargaan British Academy Film Awards (BAFTA) di Londong, Inggris.
Campion juga telah memenangkan penghargaan Golden Globe dan Directors Guild of America untuk film yang dibintangi Benedict Cumberbatch tersebut. Acara penghargaan dunia film mendatang adalah Oscar yang akan digelar di Hollywood pada 27 Maret. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan
-
Nyawa Wanita Muda Melayang Gara-gara Kartu SIM: Tragedi Berdarah di Siger Park Bakauheni
-
Penyelundupan Ratusan Burung Terbongkar! Detik-Detik Petugas Cegat Bus di Tol Bakter
-
Ujung Jalan Sang Buronan: 6 Tahun Sembunyi, Jejak AYN Akhirnya Terhenti di Kampung Sendiri
-
Kamuflase di Balik Kemudi Mobil: Akhir Pelarian Geng Curanmor Spesialis Hotel di Bandar Lampung