SuaraLampung.id - Pelaku tabrak lari yang menewaskan mahasiswi Institut Teknologi Sumatera (Itera) bernama Andala Yesa (18) ditangkap petugas Polres Pringsewu.
Pelaku tabrak lari mahasiswi Itera itu berinisial AS (46), warga Pekon Pamenang, Pagelaran, Pringsewu.
Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengatakan kasus tabrak lari mahasiswi Itera Andala Yesa terungkap, setelah mengantongi identitas kendaraan truk.
Ini berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi.
"Berdasarkan ciri dan nomor polisi, kami telusuri asal usul kepemilikan kendaraan ke beberapa wilayah. Penelusuran mulai Terusan Nyunai Lampung tengah, Labuhan Ratu Lima Lampung Timur, dan beberapa lokasi di Pringsewu," kata AKBP Rio Cahyowidi, Kamis (17/2/2022) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Identitas truk yang terlibat kecelakaan, diketahui bernomor polisi BE 9085 GL.
Pengemudi truk, berhasil ditangkap pada Rabu (16/2/2022) sore, setelah berkoordinasi dengan keluarga tersangka.
"Tersangka saat ini dalam proses pemeriksaan intensif, berstatus tahanan Polres Pringsewu. Dari penangkapan, diamankan barang bukti truk di bengkel di Padang Ratu Lampung tengah," ujar Rio Cahyowidi.
Saat diamankan, kendaraan truk sedang dalam proses perbaikan, dan ada dugaan berupaya merubah ciri khas kendaraan.
Baca Juga: Jadi Korban Tabrak Lari, Mengapa Machicha Mochtar Tak Berani Lapor Polisi?
Dari hasil pemeriksaan, saat terjadi kecelakaan, tersangka mengaku mengemudikan truk BE 9086 GK bermuatan kayu dari Pagelaran menuju Pekon Mataram Gadingrejo.
"Saat melintas di lokasi kecelakaan, tersangka berusaha mendahului sepeda motor, yang dikendarai korban dan orang tuanya. Namun saat mendahului, dari arah berlawanan datang truk lainnya," ungkap Rio Cahyowidi.
Kemudian tersangka berusaha menghindar ke kiri, hingga membentur sepeda motor korban. Tersangka mengetahui, truk yang dikemudikannya membentur sepeda motor korban hingga terjatuh.
"Tersangka mengaku tidak berhenti dan menolong korban, lantaran panik dan takut diamuk massa. Selain itu, beberapa hari setelah kejadian, tersangka mengaku sempat mendatangi kediaman korban, untuk memastikan kondisinya," jelas Rio.
Tersangka merasa terhantui perasaan bersalah, namun tidak berani berterus terang kepada keluarga korban. Pelaku dijerat undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan, ancaman lima tahun.
Peristiwa tabrak lari ini terjadi pada Jumat (4/2/2022) siang. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Revo BE 3055 UR, hendak berangkat kuliah bersama orang tuanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Begal Viral di Pringsewu Ternyata Hoaks! Siasat Licik Suami Bohongi Istri karena Judol
-
Misteri Sosok Ardian: Pekerja Salon di Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa Usai Karaoke
-
Perkuat Wealth Management, BRI Tambah Pilihan Investasi Global Berbasis USD di BRImo
-
Rem Blong di Tikungan Maut Leter S, Sopir Tronton Angkut Pipa PGE Pilih Tabrak Tebing
-
Eks Karyawan Kafe di Bandar Lampung Gasak Uang Operasional Demi Judol