Menurut Marzuki, tahun 2000 menjadi saksi warga muslim China untuk pertama kalinya bisa haji.
Kebetulan di tahun 2000 itu, Marzuki juga melaksanakan ibadah haji.
Ia bertemu ribuan orang China di tanah suci dan mereka senang sekali bisa haji.
"Saya mencoba bertanya meski kurang paham karena mereka tidak bisa bahasa Arab dan Inggris. Ini kok bisa haji gimana?Jawabnya apa? Wahid Wahid. Maksudnya ini jasanya Abdurrahman Wahid," jelas Marzuki.
"Orang yang ga ngerti, dikira Gus Dur pro Kong Hucu padahal mengesahkan Kong Hucu itu sekadar alat, pijakan, pancingan, supaya muslim China mendapat kebebasan," tambahnya.
Bagi Marzuki keputusan Gus Dur mengesahkan Kong Hucu tidak merugikan Islam sama sekali.
Menurutnya, China muslim itu sedikit dan tidak ada yang masuk Kong Hucu.
"Justru yang masuk Kong Hucu itu China Budha sebagian China Kristen bukan China muslim," ujarnya.
Yang kedua, kata Marzuji, Kong Hucu di Indonesia tidak ada 2 juta pemeluknya.
Baca Juga: Warna-warni Imlek, Makna Lilin 'Raksasa' di Klenteng Eng An Kiong Malang
"Mancing dengan Kong Hucu di sini yang tidak ada 2 juta mendapatkan muslim di China yang berjumlah 150 juta mendapat kebebasan. Ini perlu saya terangkan supaya kita tidak menjelek-jelekkan Gus Dur," terang Marzuki.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Penyekatan Ketat di Perbatasan Lampung: Polisi Persempit Ruang Gerak Eksekutor Bripka Arya Supena
-
Rumah Subsidi FLPP di Lampung: Rp169,5 Miliar Mengalir, 1.413 Warga Kini Punya Atap Sendiri
-
COD via DM IG: Mahasiswa Bandar Lampung Tewas Mengenaskan Usai Tawuran 2 Geng
-
Pajak Tumbuh 22 Persen, Sektor Perdagangan dan Otomotif Topang Napas Ekonomi Lampung-Bengkulu
-
Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari