Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Jum'at, 07 Januari 2022 | 11:50 WIB
Ilustrasi varian Omicron. Kasus COVID-19 di Argentina capai kasus tertinggi sejak masuknya Omicron. [Foto: ANTARA]

SuaraLampung.id - Varian Omicron membuat lonjakan kasus COVID-19 di Argentina. Pada Kamis (6/1/2022), Argentina melaporkan jumlah tertinggi kasus COVID-19. 

Jumlah tertinggi kasus COVID-19 di Argentina untuk hari ketiga berturut-turut hampir sebanyak 110.000 sejak Omicron masuk ke negara tersebut.

Hitungan rekor 109.608 kasus di tengah liburan musim panas di Belahan Bumi Selatan itu di mana pusat-pusat wisata dipenuhi pelancong, belum menunjukkan peningkatan eksponensial serupa dalam data kematian terkait COVID yang berjumlah 40, kata pemerintah.

"Kami tidak mengalami dampak besar pada unit perawatan intensif dan lebih sedikit dalam jumlah kematian," kata kepala staf Kementerian Kesehatan, Sonia Tarragona, kepada stasiun radio lokal Urbana Play. "Kasusnya ringan atau sedang dan tidak memberi tekanan pada sistem kesehatan."

Baca Juga: Bila Kasus Omicron Terus Naik, Pemerintah Jangan Ragu Tunda PTM

Argentina mempercepat program vaksinasinya dalam beberapa bulan terakhir, yang dimulai dengan vaksin Sputnik V, lalu menambahkan AstraZeneca dan Sinopharm dan kemudian vaksin CanSino, Pfizer dan Moderna.

Tarragona mengatakan tidak tahu "berapa batas tertinggi infeksi yang akan terjadi," tapi beberapa ahli percaya jumlah sebenarnya di antara 45 juta penduduk negara itu sudah mencapai angka signifikan.

"Saat ini di Argentina diam-diam kami bisa mendapatkan sekitar 150.000 atau 200.000 kasus baru infeksi per hari," kata ahli biokimia Jorge Geffner kepada Reuters.

Dia memperkirakan puncak infeksi bisa terjadi pada pertengahan Januari.

Negara tetangga Brazil memiliki 35.826 kasus harian baru dan 128 kematian, kata pemerintahnya pada Kamis. (ANTARA)

Baca Juga: Kasus Omicron Makin Mengganas di Malaysia, Penularan dari Arab Saudi

Load More