SuaraLampung.id - Stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumbagsel pada akhir tahun dijamin aman. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen pastikan stok dan proses penyaluran energi berjalan dengan aman.
Guna memastikan penyaluran BBM ke wilayah Sumbagsel berjalan lancar, Pertamina Patra Niaga membentuk tim satuan tugas (satgas) pengendalian dan pemantauan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji jelang Natal dan tahun baru. Satgas ini akan bertugas hingga 10 Januari 2022.
Hal tersebut dilakukan mengingat kebutuhan masyarakat akan BBM dan elpiji cenderung meningkat. Satgas Natal-tahun baru ini akan memastikan pelayanan maksimal dalam mengoordinir, memantau kelancaran penyaluran BBM dan elpiji.
"Pertamina Patra Niaga menjamin ketercukupan energi bagi masyarakat dan kita pastikan distribusi BBM, elpiji dan avtur dalam kondisi lancar saat Natal-tahun baru," ujar Area Manager Communication, Relation & CSR MOR II Umar Ibnu Hasan dalam keterangan yang diterima, Senin (13/12/2021) dikutip dari ANTARA.
Tim Satgas Natal dan Tahun Baru sudah melakukan perhitungan perkiraan kebutuhan energi selama Natal dan Tahun Baru 2022.
Untuk jenis bahan bakar gasoline diprediksi ada peningkatan sebesar 1 persen atau naik menjadi 8.615 kiloliter per hari.
Sedangkan gasoil peningkatan sebesar 7,5 persen, atau naik menjadi sebesar 5.758 kiloliter per hari, dan elpiji ada peningkatan hampir 1 persen dari bulan sebelumnya atau naik 2.068 MT per hari dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya, untuk avtur ada kenaikan juga sebesar 9,4 persen atau menjadi 74 kiloliter per hari dibanding bulan sebelumnya.
"Untuk menghadapi lonjakan permintaan BBM dan LPG selama Natal-tahun baru, jika diperlukan penyaluran BBM maupun elpiji akan ditambah sesuai dengan kebutuhan," kata Umar.
Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan selama satgas Natal-tahun baru, dengan mengondisikan lembaga penyalur baik SPBU dan pangkalan LPG untuk melayani masyarakat. Terdapat total lebih dari 500 SPBU reguler, 81 SPBU siaga, 16 titik SPBU kantong, 19 titik layanan motoris, serta 400 agen dan 17 ribu lebih pangkalan elpiji.
Baca Juga: Kapal Nelayan Semarang Lakukan Parade Laut, Protes Tak Pernah Dapat Subsidi BBM
Selain operasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga menyediakan layanan antigen di jalur Jalan Tol Trans Sumatera antara lain di Km 49A dan Km 20B.
Pertamina juga senantiasa berupaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang belum berakhir. Dengan mengoptimalkan layanan transaksi nontunai atau cashless melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh melalui apple store atau google playstore.
Pertamina Patra Niaga terus mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan. Jika masyarakat membutuhkan informasi dan layanan produk Pertamina dapat memanfaatkan layanan pelanggan Pertamina Contact Center (PCC). (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Mobil Listrik Mulai Padati Bandar Lampung: Dishub Pertimbangkan Miliki Alat Uji KIR Khusus
-
Lampung Kini Jadi Produsen Sapi Raksasa yang Dikembangkan Peternak Rakyat
-
Akal-akalan Kurir Paket Way Kanan Rekayasa Perampokan Uang Setoran, Ternyata untuk Judol
-
Apes! Pelaku Curanmor di Lampung Tengah Malah Terjungkal dan Berakhir di RS
-
Proyek Rehabilitasi Irigasi di Lampung Mulai 2026