Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Rabu, 24 November 2021 | 14:02 WIB
Ilustrasi pencurian sapi / ilustrasi pencurian hewan ternak. Marak pencurian sapi di Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah. [Dok. Kanal Kalimantan]

"Kami mengharapkan warga segera melapor bila ada ternak sapi miliknya yang hilang, karena dari laporan warga itulah kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Iptu Edi Suhendra kepada Lampungpro.co, Rabu (24/11/2021). 

Menurut Iptu Edi, hingga kini korban belum juga melapor ke pihak kepolisian. Hal itu dapat menyulitkan jajarannya dalam mengungkap pelaku.

"Tapi walaupun korban tidak melapor, kami tetap melakukan penyelidikan. Anggota sudah ke TKP (tempat kejadian perkara) dan mengumpulkan data-data secara manual," terang Edi. 

Kapolsek meminta seluruh masyarakat senantiasa waspada. Bukan hanya pada ternak namun juga barang-barang berharga, terutama sepeda motor.

Baca Juga: Yummy! Pecinta Steak Wajib Tahu Serba-serbi Daging Tenderloin

"Saya ingin juga selain anggota patroli setiap malam menyusuri wilayah rawan kejahatan. Warga di sini juga harus lebih mengoptimalkan ronda atau siskamling. Tanpa peran dan kerja sama warga, polisi tidak optimal menangani kasus yang ada," tutur Kapolsek.  

Menurut catatan Lampungpro.co, kawanan pencuri sapi bermodus potong di tempat ini juga terjadi di Lampung Selatan dan Lampung Timur.

Pada 25 Oktober 2021, misalnya, juga terjadi praktek serupa Desa Toto Harjo, Kecamatan Lampung Timur.

Kemudian, kejadian serupa juga terjadi di Desa Tegal Gondo, Kecamatan Purbolinggo. Kawanan ini juga menyembelih sapi curian di areal perladangan dan persawahan tak jauh dari kandang sapi.

Baca Juga: Tuai Pujian, Wanita Cantik Asal Wonogiri Jadi Blantik Sapi, Kisahnya Viral di Medsos

Load More