SuaraLampung.id - Kuartal pertama tahun 2022 masih rawan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, ledakan kasus COVID-19 di Eropa saat ini akan terasa di Indonesia pada awal tahun 2022.
Karena itu Dicky mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap peningkatan kasus COVID-19 di kuartal I tahun 2022.
Dicky dalam diskusi daring bertajuk "Menangkal Gelombang Ketiga COVID-19 di Indonesia" yang diselenggarakan Media Indonesia dan dipantau di Jakarta, Senin (22/11/2021) mengatakan Asia masih belum memasuki masa seperti Eropa.
"Eropa lebih dulu, Asia dan Amerika belakangan. Mungkin Indonesia bisa Februari akhir baru terasa dampaknya apa yang terjadi di Eropa. Kuartal pertama tahun depan jadi masa yang rawan bagi Indonesia," katanya dikutip dari ANTARA.
Dicky menerangkan ledakan kasus COVID-19 yang terjadi di Eropa secara serentak hampir di seluruh negara dikarenakan wilayah Benua Biru yang merupakan daratan luas. Sementara beberapa negara di Asia merupakan negara kepulauan.
Dia mengatakan ledakan kasus di Eropa harus menjadi pelajaran bagi Indonesia agar tidak terlalu percaya diri dengan landainya kasus COVID-19, karena negara-negara di Eropa yang memiliki sistem kesehatan yang sangat baik dan cakupan vaksinasi yang tinggi, seperti Denmark dan Norwegia, masih tetap mengalami ledakan kasus.
Beberapa negara di Eropa juga sangat percaya diri dengan landainya kasus COVID-19 dan mencabut kebijakan penggunaan masker di tempat publik dan pelonggaran kebijakan menjaga jarak fisik. Namun justru yang terjadi di Eropa saat ini adalah ledakan kasus COVID-19.
Dicky menjelaskan saat ini ledakan kasus COVID-19 di Eropa disebabkan oleh virus varian Delta, namun peneliti belum mengetahui turunan varian virus Delta seperti apa yang menyebabkan lonjakan kasus tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Asia 'Dibayangi' Kesepakatan Pelepasan Cadangan Sejumlah Negara
Sejumlah peneliti mengira lonjakan kasus tersebut disebabkan oleh varian virus baru yang lebih cepat menyebar dan bahkan bisa menurunkan efikasi dari vaksin yang sudah banyak mencakup masyarakat Eropa.
Oleh karena itu Dicky mengingatkan agar semua pihak tetap menjaga kedisiplinan dalam penanganan COVID-19, baik dari penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak, peningkatan vaksinasi, dan juga peningkatan pelacakan kontak erat dan tes guna menghentikan penyebaran semakin meluas. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung