SuaraLampung.id - Kisah miris kembali menimpa atlet PON Papua. Atlet dayung kontingen Provinsi Maluku ditelantarkan pemerintah setempat saat pulang dari bertanding di PON Papua.
Padahal kontingen atlet dayung Maluku ini menyumbangkan enam medali di PON Papua. Namun perlakuan pemerintah terhadap para atlet berprestasi itu sungguh miris.
Begitu para atlet dayung ini tiba di Bandara Internasional Pattimura, Ambon, tidak ada penyambutan dari pemerintah daerah dan pengurus KONI Maluku.
Video atlet dayung Maluku terlantar di bandara ini viral di media sosial.
"Halo guys, pulang dari PON kita cari jalan sendiri guys, ini atlet terlantar, adoh kasihan lawang Maluku e," kata salah satu atlet dayung peraih medali emas di PON 2020 Papua, Chelsea Corputy dalam akun media sosial yang tersebar di Ambon, Rabu (13/10/2021) dikutip dari ANTARA.
Belasan atlet dayung beserta ofisial ini awalnya melakukan perjalanan dari Papua menuju Kota Ambon lewat Makassar (Sulsel) melalui perjalanan udara.
Mereka ditelantarkan lebih dari satu jam sehingga salah atlet dayung penyumbang dua medali emas atas nama La Memo mencari jalan sendiri untuk pulang ke Pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Selain tidak dijemput oleh pemda maupun pengurus KONI Maluku, belasan atlet dan ofisial ini juga sudah merasa kelaparan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku Anos Yeremias, mengaku kaget melihat para atletnya tidak ada yang menjemput mereka ketikanya tiba di Bandara Internasional Pattimura.
Sebab para atlet dan ofisial ini berangkat terlebih dahulu dengan penerbangan lain dan lebih dahulu tiba di Ambon, sementara dirinya menggunakan penerbangan lain dari Makassar belakangan.
Baca Juga: Papua vs Aceh, Simak Road to Final Sepakbola Putra PON Papua
Setelah sekian lama dibiarkan, para atlet dan ofisial ini dijemput tiga unit bus milik Perusahaan Daerah Panca Karya. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Skandal Faktur Pajak Fiktif Berujung Bui di Lampung
-
Kepala Toko Ikan Asin di Lampung Tengah Gondol Rp176 Juta di Brangkas, Berakhir di Penjara
-
Takut Dihadiahi Timah Panas, Penusuk Dua Pemuda di Rumah Biliar Pringsewu Pilih Menyerah
-
Gara-Gara Anak Cekcok, Kakak Ipar di Pringsewu Gelap Mata Hajar Adik Pakai Bata
-
Dua Emak-Emak Residivis Pencuri Sembako Tepergok Pemilik Warung di Kemiling