"Tapi jangan isu itu untuk konsumsi politik. Jangan ada kepentingan pribadi membuat isu. Sebaiknya tidak untuk meresahkan masyarakat tapi membuat masyarakat waspada. Jangan dibuat jadi konsumsi politik apalagi untuk kepentingan pribadi ga bagus itu," terangnya.
"Pak Azmyn melihat ini ada konsumsi politik dan kepentingan pribadi?" tanya presenter Kompas TV.
"Ah itu kalian lihat sendiri lah. Semua orang bisa baca lah itu," jawab Azmyn.
Azmyn mengaku tak menyangka niatannya meminta pemindahan tiga patung jenderal itu menjadi polemik dan perbincangan di masyarakat.
Bagi Azmyn, munculnya tudingan TNI disusupi komunis gara-gara pemindahan patung adalah tuduhan yang tidak pantas. Ini karena kata Azmyn tudingan itu tidak beralasan dan tidak ada suatu analisa tidak ada pemeriksaan, pengecekan sebelumnya.
"Tidak ada penyusupan di tubuh TNI. Saya juga punya anak buah di TNI kita juga monitor. TNI itu masih solid. Ga ada itu,: tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Fasilitas Mewah Harga Kaki Lima! KA Rajabasa Kini Pakai Kursi Premium, Tarif Tetap Rp32 Ribu
-
Geser CCTV Pakai Bambu, Trik Licik Bartender di Bandar Lampung Gasak Harta Teman Kerja
-
Nasib 11 Aset Gantung Bandar Lampung: Bukan Milik Pribadi, Target Tuntas Akhir 2026
-
Bungkil Sawit Lampung Jadi Primadona Ekspor Baru ke Selandia Baru
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri