Sayangnya, dalam pengelolaan Residen Ingram, pelaksanaan kolonisasi tidak terlalu mendapat perhatian serius. Berada dalam kondisi kekacauan dalam pengelolaan keuangan program kolonisasi, membuat residen ini tidak tertarik untuk memberikan perhatian lebih.
Akan tetapi, telah berjalan juga kolonisasi sukarela yang ternyata berbiaya rendah, meskipun tidak banyak jumlah keluarga yang mau mengikuti program ini.
Sesuai dengan namanya kolonisasi ini berjalan atas kesukarelaan dari para calon kolonis yang sedia untuk dipindahkan.
Pemerintah ketika itu hanya cukup mengeluarkan biaya untuk pengumpulan dan transportasi saja, dan sesampainya di tanah kolonisasi, para kolonis harus mengurus dirinya sendiri dengan meminta bantuan para kolonis yang terlebih dahulu datang.
Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi pada kemudian hari munculnya kolonisasi Sistem Bawon yang berbiaya murah pada tahun 1930-an.
Nasib Bank Rakyat Lampung pada tahun 1928 semakin diujung tanduk. Defisit keuangan semakin bertambah berat karena banyak kolonis yang tidak mampu membayar utang-utangnya.
Surat kabar De Sumatra Post yang terbit pada 9 Januari 1929 mewartakan selesainya investigasi kasus kecurangan-kecurangan dari W.C. Schalkwijk, dan pada tahun itu juga penyelenggaraan kolonisasi dengan sistem utang dihapuskan, serta Bank Rakyat Lampung dilikuidasi. Segala kerugian keuangan kemudian dibebankan kepada pemeritah pusat.
Penulis: Kian Amboro (Sejarawan UM Metro)
NB:
Baca Juga: Raih Medali di PON XX Papua, Atlet Bandar Lampung Dijanjikan Bonus Melimpah
Artikel ini terbit atas kerjasama Suaralampung.id dan Sahabat Dokterswoning
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi
-
Diduga Microsleep hingga Bus Terbalik Tewaskan 3 Penumpang di Mesuji, Sopir Malah Kabur
-
Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar
-
Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan
-
Tukar Valas Makin Mudah, BRI Money Changer Hadir di Berbagai Titik Strategis