Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Kamis, 02 September 2021 | 07:20 WIB
Ilustrasi Deddy Corbuzier. Deddy Corbuzier ungkap penyesalan saat sang ayah meninggal dunia.

SuaraLampung.id - Presenter Deddy Corbuzier mengungkap salah satu penyesalan terbesar dalam hidupnya.

Penyesalan Deddy Corbuzier adalah ketika sang ayah Omar Sundjojo, meninggal dunia. 

Ayah Deddy Corbuzier meninggal dunia di tahun 1997 ketika mentalist itu masih berusia 20 tahunan. 

"Jadi penyesalan gua ama bokap gua ketika masuk rumah sakit karena sakit maag," kata Deddy Corbuzier di podcastnya saat berbincang bersama Desta.

Baca Juga: Bahas Musik Haram, Jawaban Desta ke Deddy Corbuzier Tak Terduga

Menurut Deddy, sang ayah ternyata bukan menderita sakit maag melainkan jantung. Namun itu baru ketahuan di saat-saat terakhir yang sang ayah hidup.

Deddy Corbuzier dan Dokter Gunawan. [Youtube/Deddy Corbuzier]

Di hari kedua dirawat di rumah sakit, ayahanda Deddy Corbuzier sudah terlihat sembuh.

"Orang sebelum meninggal bisa bagus dulu. Bokap gua uda baik," kata Deddy Corbuzier.

Melihat kondisi sang ayah yang sudah pulih, Deddy Corbuzier memutuskan pulang ke rumah.

Tak disangka, keesokan harinya Omar Sundjojo terserang komplikasi. Dokter yang menangani menyarankan memasukkan ventilator ke tubuh ayah Deddy Corbuzier. 

Baca Juga: Dikritik Gegara Salat Tak Pakai Peci, Deddy Corbuzier: Kopiah Tuh Tradisi

Tindakan memasukkan ventilator ini harus mendapat persetujuan dari pihak keluarga. Tak ada jalan lain, Deddy Corbuzier setuju ayahnya dipasang ventilator di dalam tubuhnya. 

Load More