Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Selasa, 13 Juli 2021 | 11:27 WIB
Ilustrasi Sudjiwo Tedjo. Sudjiwo Tedjo pernah ateis. [Instagram/president_jancukers]

Pihak keluarga meminta Sudjiwo Tedjo pulang ke kampung untuk menghadiri pemakaman sang ibu. 

Ibunda baru akan dimakamkan ketika Sudjiwo Tedjo sudah tiba di rumah. 

Saat proses pemakaman, Sudjiwo Tedjo diminta untuk membaca talqin dan mengumandang azan di liang lahat ibunda. 

"Ibuku dimakamkan, disuruh talqin, aku azan," ujar Sudjwo Tedjo.

Baca Juga: Sudjiwo Tedjo Salut Pada Rachmawati, Tak Bicara Buruk Soal Megawati Meski Berseberangan

Momen itulah yang menjadi titik balik Sudjiwo Tedjo.

Menurutnya, ilmu filsafat yang selama ini ia selami tidak pernah mengajarkan tentang cara memakamkan orang. 

"Disitu aku, secanggih canggihnya filsafat ga ada yang satu pun yang ngajarin saya kalo ibuku meninggal gimana cara nguburinnya. Itu saja sih, gitu loh," papar Sudjiwo Tedjo. 

Bagi Sudjiwo Tedjo itulah pentingnya agama dalam kehidupan. 

"Kepraktisan yang ga pernah diajari filsafat," imbuh dia.

Baca Juga: Reaksi Gus Mus Dapat Kabar Dalang Ki Manteb Sudarsono Meninggal

Kata Sudjiwo Tedjo, filsafat hanya mengajari cara berpikir tapi tidak mengajarkan bagaimana cara hidup.

Load More