Menurutnya, ilmu filsafat yang selama ini ia selami tidak pernah mengajarkan tentang cara memakamkan orang.
"Disitu aku, secanggih canggihnya filsafat ga ada yang satu pun yang ngajarin saya kalo ibuku meninggal gimana cara nguburinnya. Itu saja sih, gitu loh," papar Sudjiwo Tedjo.
Bagi Sudjiwo Tedjo itulah pentingnya agama dalam kehidupan.
"Kepraktisan yang ga pernah diajari filsafat," imbuh dia.
Kata Sudjiwo Tedjo, filsafat hanya mengajari cara berpikir tapi tidak mengajarkan bagaimana cara hidup.
Sementara agama katanya mengajarkan manusia bagaimana cara hidup.
Contoh paling gampangnya, kata Sudjiwo Tedjo adalah mengenai pemakaman.
"Paling praktis gimana cara nguburin ibu saya, itu ga ada di filsafat," tutur Sudjiwo Tedjo.
Baca Juga: Sudjiwo Tedjo Salut Pada Rachmawati, Tak Bicara Buruk Soal Megawati Meski Berseberangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Misteri Sosok Ardian: Pekerja Salon di Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa Usai Karaoke
-
Perkuat Wealth Management, BRI Tambah Pilihan Investasi Global Berbasis USD di BRImo
-
Rem Blong di Tikungan Maut Leter S, Sopir Tronton Angkut Pipa PGE Pilih Tabrak Tebing
-
Eks Karyawan Kafe di Bandar Lampung Gasak Uang Operasional Demi Judol
-
Aroma Pahit Bisnis Kopi: Pelarian Pasutri Penilep Rp1,3 Miliar Berakhir di Kamar Kos