Fase ini adalah fase paling ketat yang berlangsung selama 10 hari. Ini dirancang untuk mempromosikan penurunan berat badan dengan mempelajari kontrol porsi dan menghilangkan makanan olahan dan manis.
Jenis makanan yang dapat dikonsumsi selama gelombang 1 adalah Biji-bijian, lemak olahan dalam mayones, margarin dan saus krim. Gula tambahan yang didapat dalam sirup maple, gula putih, makanan penutup, dan soda.
Selain itu, produk susu seperti keju berlemak penuh, semua jenis yogurt dan mentega. Buah-buahan tertentu seperti mangga, persik, pisang, dan delima. Sayuran tertentu seperti kentang, kacang polong, jagung, wortel, bit dan labu.
Gelombang 2
Fase ini dimulai setelah 10 hari ketika Anda telah mencapai berat badan ideal. Semua makanan yang dianjurkan selama gelombang 1 akan dilanjutkan dalam fase ini, tetapi makanan tertentu yang tidak diizinkan akan diperkenalkan kembali. Selain itu, olahraga harian dan pola makan terkontrol dipraktikan dalam fase ini.
Dalam gelombang 2, makanan yang dikonsumsi adalah semua jenis sayur kecuali kentang putih, semua jenis buah utuh, yogurt bebas lemak, cokelat hitam, anggur merah atau anggur putih 180 ml per hari.
Gelombang 3
Ini adalah fase terakhir dari diet Sonoma, yang akan membantu Anda mempertahankan berat badan tersebut. Aturan yang ada di gelombang 2 juga diterapkan di sini, namun makanan penutup dan manisan dapat dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Diet Sonoma dapat membantu menurunkan berat badan?
Baca Juga: Makin Tirus, Ini 5 Potret Citra Kirana Turun Berat Badan 22 Kilogram
Tidak banyak penelitian tentang diet Sonoma untuk menurunkan berat badan. Namun, mengingat bahwa diet ini terinspirasi oleh diet Mediterania, penelitian telah menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat membantu menurunkan berat badan untuk jangka panjang.
Jadi, diet Sonoma mungkin menawarkan hasil yang serupa dengan diet Mediterania. Selain itu, Anda akan menghilangkan makanan olahan dan mengonsumsi lebih banyak makanan padat nutrisi yang dapat membantu mengatur berat badan Anda.
Yang perlu dicatat, penurunan berat badan juga tergantung pada sejumlah faktor seperti aktivitas fisik, usia, metabolisme, kualitas tidur dan pengelolaan stres.
Manfaat penurunan berat badan dan kekurangan diet Sonoma
Karena diet Sonoma didasarkan pada pola makan Mediterania, ini dapat meningkatkan asupan nutrisi Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan yang mencakup makanan utuh dan membatasi makanan olahan meningkatkan asupan serat, protein, vitamin, dan mineral.
Selain itu, Anda akan mengonsumsi banyak makanan bergizi seperti alpukat, daging tanpa lemak, minyak zaitun, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran yang telah terbukti membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, peradangan dan gula darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung
-
Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton