SuaraLampung.id - Anjloknya harga singkong di Lampung membuat sejumlah petani singkong geram. Salah satunya adalah Putra Jaya Umar, petani singkong yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Tulangbawang Barat.
Meskipun sudah solusi dari Pemerintah Provinsi Lampung dengan menetapkan harga Rp 900/kg namun bagi Putra Jaya Umar itu tetaplah merugikan petani singkong.
Dia beralasan, kesepakatan harga Rp900/kg hasil pertemuan Gubernur Lampung dan pengusaha tapioka, belum menguntungkan petani.
Putra Jaya Umar mengajak petani se-Lampung untuk memboikot penjualan singkong ke pabrik tapioka selama sebulan.
"Idealnya dengan kondisi petani saat ini, harga singkong Rp1.500/kg dengan refaksi 5-8%, seperti halnya refaksi sawit. Di bawah harga itu, petani masih merugi," kata Putra Jaya Umar, kepada Lampungpro.co---jaringan Suara.com, Kamis (25/3/2021).
Putra Jaya Umar yang juga petani singkong ini mengaku rugi besar akibat permainan harga ini. Dia mencontohkan saat menjual singkong Rp850/kg dikenakan refaksi 25%, sehingga terjadi pemotongan Rp212,5/kg.
Kemudian, dipotong ongkos kendaraan dan upah cabut Rp200/kg, sehingga sisa untuk petani Rp437,5/kg. Dia mengalkulasi dengan produksi per hektare 25 ton, maka hasil yang didapat dengan hasil perkalian Rp437,5 kg yakni Rp10,9 juta.
Setelah dikurangi biaya tanam Rp10 juta, hasilnya cuma Rp937 ribu. "Jika sewa tanah Rp5 juga, maka setiap tahun petani merugi Rp4 juta. Apa bisnis begini bisa dipertahankan," kata Putra Jaya Umar, yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Lampung itu.
Untuk itu, dia mengajak petani dan asosiasi petani singkong untuk memboikot pencabutan singkong di seluruh Lampung. "Jangan ada petani yang jual singkong selama satu bulan biar semua pabrik tutup giling," kata dia.
Baca Juga: Dua Polsek Baru akan Beroperasi di Bandar Lampung, Ini Wilayahnya
Terkait hasil pertemuan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan para pengusaha industri tapioka, Rabu (25/3/2021), Ketua Komisi DPRD Provinsi Lamung, Yozi Rizal, mengatakan hasil pertemuan itu menelurkan putusan yang mirip kesepakatan antara Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan pengusaha tapioka Lampung.
"Apakah pertemuan itu sudah terlebih dahulu mempelajari aspirasi petani atau sekedar copy paste agar terlihat bekerja," kata Yozi Rizal.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepatan harga singkong Rp900/kg dengan refaksi maksimal 15%. Sebelumnya, Bupati Lampung Tengah dan pengusaha tapioka membuat kesepakatan pada Senin (22/3/2021).
Pertemuan itu, menghasilkan tiga solusi bersama terkait stabilitas harga singkong. Di antara kesepakatan bersama yang dihasilkan antara lain, harga beli singkong dari petani Rp900 per kilogram dan refaksi maksimal 15% hingga akhir Mei mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik