Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Rabu, 24 Maret 2021 | 15:15 WIB
Ilustrasi utang menunggak. Wajah seorang wanita dijadikan sampul buku Yasin karena menghilang saat ditagih utang. (Elements Envato)

SuaraLampung.id - Persoalan utang piutang memang menjadi masalah klasik di dunia ini. Biasanya orang yang berutang akan meminta belas kasihan saat meminjam uang. 

Namun begitu uang dipinjamkan, si pengutang seperti lupa kacang pada kulitnya. Pemberi utang akan kesulitan ketika menagih utang ke orang yang diberi utang.

Berbagai cara dilakukan pengutang untuk menghindar pemberi utang saat menagih utangnya. Kebanyakan mereka menghilang agar terhindar dari membayar utang. 

Ini tentu membuat kesal si pemberi utang. Seperti yang dialami wanita satu ini. Lewat unggahan di media sosial, wanita ini curhat mengenai sulitnya menagih utang.

Baca Juga: Viral Tukang Utang Dibuatkan Buku Yasin dan 4 Berita Populer Lainnya

Unggahan itu dibagikan oleh akun Facebook Jeanis Dealova melalui sebuah grup. Dirinya menceritakan bahwa temannya menghilang saat dirinya ingin menagih utang.

"Selamat malam semua member grup. Siapa saja yang kenal dengan Nu*** La*****, tolong beri tahu saya ya. Orang ini hidup tapi pura-pura mati, facebook diblokir, WA juga diblokir," tulis akun tersebut, dikutip Beritahits.id, Rabu (24/3/2021).

Dia pun kesal lantaran si penghutang menghilang dan memblokir semua sosial media. Berdasarkan unggahan tersebut, si pengutang menghilang saat ditagih utang.

Penagih hutang bikin buku yasin gegara penghutang pura-pura meninggal. (Facebook/Jeanis Dealova)

Wanita tersebut memiliki utang sebesar 1200SG atau sekitar Rp 12 jutaan. Lantas, si penagih pun memiliki ide yang unik.

"Uang $610x2 setoran arisan sudah saya anggap selesai urusanmu di dunia sama saya. Tinggal tanggung jawabmu di akhirat nanti," lanjutnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Rendahnya Utang Indonesia ke Bos Fitch Ratings

Dirinya pun mencetak buku yasin yang bersampul foto wanita yang berutang tersebut. Rencananya, buku yasin itu akan dikirimkan ke keluarga si penghutang.

Load More