Anton Sudjarwo lalu mendekati Sarwo Edhie dan memintanya menarik mundur pasukan RPKAD. Jika tidak dikhawatirkan terjadi kontak tembak dengan pasukan Resimen Pelopor.
Permintaan Anton Sudjarwo dipenuhi Sarwo Edhie. Ia menarik mundur pasukannya yang berpakaian sipil keluar dari barisan demonstran.
Pada 10 Maret 1966, kabinet 100 menteri bersidang. Pasukan liar itu mengelilingi Istana mengawasi rapat kabinet. Kehadiran pasukan liar ini diketahui Komandan TJakrabirawa, Kolonel Sabur. Sabur melaporkan hal ini Bung Karno.
“Ada pasukan tidak dikenal mengelilingi Istana,” kata Sabur ke Soekarno. Mengetahui hal itu, Presiden Soekarno khawatir.
Bung Karno lari ke belakang Istana yang sudah menunggu helikopter. Subandrio dan Chaerul Saleh juga berlari menyusul Bung Karno. Saking terburu-burunya, sebelah sepatu Subandrio sampai copot dan tidak dihiraukannya.
Bung Karno, Subandrio, dan Chaerul Saleh terbang ke Istana Bogor. Pimpinan rapat diambil alih Dr Leimena. Kejadian ini dilaporkan ke Soeharto. Soeharto lalu mengirim surat ke Bung Karno yang diantar Basuki Rachmat, orang kepercayaan Soeharto.
Surat itu isinya “Saya tidak akan tanggung jawab kalau saya tidak diberi kekuasaan untuk mengatasi keadaan ini”
Basuki Rachmat adalah orang yang tidak disenangi Soekarno. Karena itu Basuki Rachmat mengantar surat itu ditemani M Jusuf dan Amir Machmud.
Melihat situasi yang tidak kondusif, Presiden Soekarno akhirnya mau menandatangani surat yang dinamakan Supersemar. Kemal Idris dalam buku "Kemal Idris Bertarung Dalam Revolusi" mengaku sempat membaca Supersemar itu.
Baca Juga: Viral Video Lawas Cak Nun Sindir Megawati Tak Sekolah sampai Hidup Enak
Isi Supersemar adalah memberikan kekuasaan kepada Soeharto untuk bertindak mengamankan situasi. Supersemar inilah yang dijadikan Soeharto mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Pelajaran dari Mudik 2026: Dishub Lampung Sebut Buruh Pabrik Picu Kepadatan di Bakauheni
-
Rekor 1 Juta Kendaraan: Rahasia di Balik 'Zero Fatality' Tol Bakter Selama Mudik Lebaran 2026
-
Kinerja Gemilang, BRI Raih Tiga Penghargaan Dealer Utama Terbaik dari Kemenkeu
-
Dishub Lampung Urai Antrean Truk di Pelabuhan Bakauheni: Sulap Rest Area Tol Jadi Benteng Penahan
-
Cerita Pilu 4 Sahabat di Wira Garden: Dua Selamat, Dua Lainnya Ditemukan Tewas di Pulau Pasaran