Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Kamis, 07 Januari 2021 | 17:22 WIB
SBY bersama pasukannya saat masih jadi anggota TNI [repro buku SBY Sang Demokrat]

SuaraLampung.id - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah diplonco atasannya saat masih aktif di dunia militer.

SBY diplonco saat akan menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 744.

Kisah SBY diplonco atasannya ini diceritakan dalam buku berjudul "SBY Sang Demokrat" karya Usamah Hisyam dkk yang terbit tahun 2004.

SBY yang mendapat penugasan sebagai Danyonif 744 terbang ke Dili, Timor Timur (sekarang bernama Timor Leste).

Baca Juga: Karena Kulitnya Bersih, Kemampuan SBY Pimpin Pasukan Diragukan Jenderal

Baru mendarat di Komoro, Komandan Korem Wiradharma Kolonel Infanteri Muhammad Yunus Yosfiah  memerintahkan SBY memakai helm dan menyandang tas ransel seberat 25 kilogram.

SBY disuruh berlari dari Bandara Komoro ke markas kompi-kompi batalyon yang akan ia pimpin.

SBY berlari dari sore hingga malam hari. Total jarak yang ia tempuh sekitar 15 kilometer.

Ketika itu berat badan SBY mencapai 75 kilogram. Namun fisik SBY masih terlihat kuat.

Setelah menjalani plonco itu ada hal yang mengganjal di hati SBY.

Baca Juga: Jago di Dapur, Aksi SBY Masak Kupat Tahu Khas Pacitan Jadi Sorotan

Di dalam hatinya SBY mempertanyakan cara para atasannya memperlakukan seorang komandan batalyon.

Load More