Adapun kicauan dalam akun Twitter pribadi Jokowi yang dimaksud Roy Suryo berbunyi, “Manusia boleh berencana, tapi Tuhan jualah penentunya. Seperti tahun kemarin, pandemi membuat begitu banyak rencana yang tertinggal, impian yang tak menjadi nyata, dan keinginan yang tak terwujudkan. Mari memasuki tahun 2021 ini dengan rencana, langkah, dan semangat yang baru”.
Selain Presiden Jokowi, dia juga menyertakan tangkapan layar akun Twitter lainnya milik Menhan Prabowo dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Penjelasan teknis
Dalam kicauan lainnya, dia menjelaskan secara teknis tentang drone air yang ditemukan di Laut China tersebut.
“Secara teknis, Drone Laut China yang berlabel ‘Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences’ ini memang belum termasuk kategori USSV (Unmanned Sub-Surface Vehicle) yang sudah dipersenjatai meski sudah malfunction (rusak) semenjak dilaunch bulan November 2017 atau tiga tahun lalu),” jelas Roy Suryo.
Selain jenis drone kapal selam yang beroperasi di bawah laut ini, ada pula drone lain yang dioperasikan di udara dan mengapung di atas permukaan air.
Lantas dengan adanya peralatan pengintai canggih seperti ini, dia pun mempertanyakan ketegasan pihak pemerintah yang terus abai dan kerap dibobol.
“Secara jenis, selain UUV yang beroperasi di dalam laut seperti yang barusan ditemukan buatan China ini, ada juga UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang melayang di udara dan USV (Umanned Surface Vehicle) yang mengapung di permukaan laut. Apakah kita hanya bisa bersikap abai dan kebobolan terus?,” ujarnya.
Sudah tiga kali
Baca Juga: Drone Pengintai Milik China Masuk Indonesia, Pemerintah Diminta Tanggap
Berdasarkan catatan, kata Roy Suryo sejauh ini sudah ada tiga kali kasus terkait drone milik negara asing yang dengan bebas malang melintang di wilayah kedaulatan NKRI.
Oleh sebabnya dia meminta agar pemerintah dengan tegas menanggapi adanya permasalahan dan ancaman kedaulatan yang terbilang serius ini.
“Ini sudah ancaman serius, drone bawah Laut, UUV (Unmanned underwater vehicle) Chinese Sea Wing (Haiyi) di Perairan Selayar, Sulsel harus disikapi tegas Pemerintah. Dalam catatan saya, sudah tiga kali: 2019 di Pulau dekat Laut Cina Selatan & Januari 2020 di Jawa Timur,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Bikin Onar di Depan BRI Raden Intan Bandar Lampung, Pria Bersenjata Tajam Diringkus Polisi
-
Transformasi Layanan Makin Kuat, BRI Boyong 36 Penghargaan di TBCCI 2026
-
Buntut Viral Uang Damai Rp600 Ribu, Seluruh Polantas Pos Payan Mas Kotabumi Diperiksa Propam
-
Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas
-
Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur