- Erin, gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas, ditemukan sekarat pada 13 Juli 2016 akibat jerat pemburu liar.
- Pawang senior Sukowiyono dengan telaten merawat Erin selama sepuluh tahun terakhir sebagai pengganti fungsi belalainya yang terpotong.
- Kini Erin tumbuh dengan fisik prima di TNWK meskipun mengalami trauma psikologis dan belum bisa dilepasliarkan.
Masa depan Erin di alam bebas pun masih menjadi tanda tanya besar, mengingat kondisi fisiknya tak memungkinkan untuk dilepasliarkan secara mandiri ke alam liar.
Di kawasan TNWK yang kini dihuni sekitar 63 ekor gajah jinak dan 200-an gajah liar, Erin mungkin akan selamanya menyandang predikat "berbeda". Belalainya yang hilang tak akan pernah tumbuh kembali.
Namun, Erin tidak lagi sendirian. Selama denyut nadi Sukowiyono masih berdetak, sang pawang berjanji akan terus setia di sisinya, memastikan bahwa seekor gajah yang pernah dibuang kawanannya, tetap memiliki rumah dan tempat pulang.
Baca Juga:Karhutla Mengamuk di Way Kambas hingga Dekati Kandang Gajah, Bagaimana Nasib Satwa Langka Ini?