Akhir Pencarian Dramatis Penumpang KM Tegar Jaya: Kasbani Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Kecelakaan tragis yang menimpa KM Tegar Jaya, sebuah kapal nelayan yang mengangkut 17 penumpang

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:55 WIB
Akhir Pencarian Dramatis Penumpang KM Tegar Jaya: Kasbani Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
Tim SAR Gabungan evakuasi penumpang KM Tegar Jaya yang tenggelam di perairan Tegal Mas, Pesawaran. [Dok Kantor SAR Lampung]

SuaraLampung.id - Sebuah saga pencarian yang mengharukan akhirnya menemukan titik terang. Tim SAR Gabungan secara resmi menutup operasi pencarian korban tenggelamnya KM Tegar Jaya di perairan Pulau Tegal Mas, Pesawaran, pada Jumat (29/08/2025) malam.

Penutupan ini menyusul penemuan jasad korban terakhir, Kasbani (50), setelah tiga hari pencarian intensif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kecelakaan tragis yang menimpa KM Tegar Jaya, sebuah kapal nelayan yang mengangkut 17 penumpang, terjadi pada Rabu malam (27/08/2025).

Kapal tersebut dihantam ombak besar saat dalam perjalanan dari Pulau Condong menuju Pulau Tegal Mas sekitar pukul 21.30 WIB. Insiden nahas ini memaksa seluruh penumpang berjuang menyelamatkan diri di tengah ganasnya laut.

Baca Juga:UPDATE Pencarian Penumpang KMP Tegar Jaya yang Tenggelam di Tegal Mas: 1 Ditemukan Tewas

Pada saat kejadian, 14 penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang kebetulan melintas, dan segera dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing. Sementara itu, satu korban lainnya, Dedi (39), beruntung diselamatkan oleh KM Samudra yang sedang lego jangkar di dekat lokasi.

Lalu Pihak VTS Panjang meneruskan informasi kecelakaan tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, memicu dimulainya operasi SAR berskala besar.

"Setelah menerima informasi dari VTS Panjang, kami langsung mengerahkan satu tim menggunakan RIB 03 ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian, serta satu tim lain melalui jalur darat menuju Pelabuhan Lempasing guna mendapatkan informasi aktual dari ABK kapal yang selamat," jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Deden Ridwansah.

Hingga Kamis dini hari (28/08/2025), total 15 orang berhasil terevakuasi: 14 selamat dan 1 meninggal dunia. Dua korban, yaitu Kasbani (50) dan Karim (60), masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian lanjutan.

Hari Kedua yang Menemukan Harapan dan Duka

Baca Juga:Dihantam ombak, KM Tegar Jaya tenggelam di Perairan Tegal Mas: 2 Penumpang Hilang

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis pagi (28/8/2025). Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi dua tim, memperluas radius pencarian hingga 12 nautical mile dari lokasi kejadian. Unsur-unsur seperti RIB 03 Basarnas, perahu karet Basarnas, kapal nelayan, kapal patroli Polair, serta unsur TNI AL bahu-membahu dalam upaya penyelamatan ini.

Pada sore hari yang sama, sekitar pukul 16.06 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan Karim (60), sekitar 8 mil laut dari lokasi kejadian. Tragisnya, Karim ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tersangkut pada jaring nelayan.

Jasadnya segera dievakuasi menuju Dermaga Pelabuhan Pantai Lempasing untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya Karim, jumlah korban yang meninggal dunia menjadi dua orang, yakni Alip (20) dan Karim (60), menyisakan Kasbani sebagai satu-satunya korban yang masih dalam pencarian.

Penemuan Terakhir dan Penutupan Operasi

Hari ketiga pencarian, Jumat (29/08/2025), menjadi puncak drama kemanusiaan ini. Tim SAR Gabungan terus menyisir area seluas 12 Nautical Mile sesuai SAR Map Prediction, dibantu oleh sinergi luar biasa dari TNI, Polri, relawan, organisasi masyarakat, serta nelayan sekitar.

Menjelang senja, saat tim hendak kembali menuju Pelabuhan Panjang sekitar pukul 17.35 WIB, sebuah informasi penting datang dari nelayan dan warga sekitar: penemuan satu jenazah di pesisir Pantai Wai Lunik. Tanpa membuang waktu, Tim SAR Gabungan segera bergerak menuju lokasi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?