Bantah Lakukan Kekerasan, Johnny Depp Sebut Tuduhan Amber Heard Kejam dan Brutal

Bantahan Johnny Depp terhadap testimoni Amber Heard disampaikan saat ia bersaksi di pengadilan

Wakos Reza Gautama
Kamis, 26 Mei 2022 | 12:32 WIB
Bantah Lakukan Kekerasan, Johnny Depp Sebut Tuduhan Amber Heard Kejam dan Brutal
Ilustrasi Johnny Depp dan Amber Heard. Johnny Depp sebut tuduhan Amber Heard kejam dan brutal. [Twitter/@LawCrimeNetwork]

SuaraLampung.id - Aktor Johnny Depp membantah semua tuduhan Amber Heard yang menyatakan dirinya melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya. 

Bantahan Johnny Depp terhadap testimoni Amber Heard disampaikan saat ia bersaksi di pengadilan dalam kasus defamasi, Rabu (25/5/2022).

Depp mengatakan tuduhan Heard terhadapnya sangat brutal, kejam dan tidak benar, dilansir Reuters pada Kamis (26/5/2022).

Bintang "Pirates of the Caribbean" itu menuntut Heard sebesar 50 juta dolar AS, mengatakan sang mantan istri menodai namanya ketika mengklaim dia adalah korban kekerasan domestik dalam artikel yang ditulisnya di The Washington Post.

Baca Juga:Usai #MeToo, Persidangan Johnny Depp vs Amber Heard Picu Trending #MenToo

Heard balas menuntut 100 juta dolar AS, mengatakan Depp menodai namanya karena menyebutnya pembohong.

Pada Rabu, Depp dan pengacara menyangkal testimoni Heard yang mengklaim sang aktor melakukan kekerasan fisik dan seksual berkali-kali sebelum dan selama pernikahan mereka yang berakhir pada 2017.

Depp membeberkan reaksinya terhadap apa yang diucapkan Heard selama persidangan yang sudah berlangsung selama enam pekan.

"Mengerikan, konyol, memalukan, menggelikan, menyakitkan, biadab," kata Depp, menambahkan, "sangat brutal, kejam, dan tidak benar. Semua tidak benar."

"Tidak ada manusia yang sempurna," kata Depp. "Tapi saya tidak pernah seumur hidup melakukan kekerasan seksual, kekerasan fisik."

Baca Juga:4 Hal yang Harus Kamu Sadari tentang Hubungan Toksik, Cepat Sadar!

Sebelumnya, Depp mengatakan kepada para juri di persidangan bahwa orang yang melakukan kekerasan adalah Heard.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak