facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bukan Tuai Simpati, Curhat Wanita Ditinggal Suami yang Selingkuh Malah Dikecam

Wakos Reza Gautama Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:20 WIB

Bukan Tuai Simpati, Curhat Wanita Ditinggal Suami yang Selingkuh Malah Dikecam
Ilustrasi frustasi. Wanita yang curhat ditinggal suami karena selingkuh malah dikecam. [Kat Jayne/Pexels]

Sayang cara wanita ini menumpahkan keluh kesahnya mengenai suami yang selingkuh dianggap tidak etis.

SuaraLampung.id - Diselingkuhi suami membuat wanita ini sakit hati. Ia melampiaskan amarahnya kepada suami yang selingkuh lewat postingan di Facebook.

Sayang cara wanita ini menumpahkan keluh kesahnya mengenai suami yang selingkuh dianggap tidak etis. 

Alhasil bukannya menuai simpati dari warganet, wanita ini malah banjir kecaman.

Dilansir The Sun, perempuan ini nampaknya bermaksud untuk mempermalukan suami yang meninggalkannya untuk anak berusia 16 tahun.

Baca Juga: Bermula Suami ASN Curiga Isi Ponsel Istri, Ketua Bawaslu Dipolisikan karena Diduga Berzina

Namun, caranya dianggap tidak etis. Ia menggunakan foto bayinya yang tengah mengenakan baju, dicetak dengan tulisan tak pantas.  

Isinya sendiri adalah "Selamat Hari Ayah untuk ayahku yang meninggalkanku untuk seseorang berusia 16 tahun…”

Dalam keterangan fotonya, perempuan tersebut juga menulis, "hanya pesan singkat untuk ayah anak saya. Selamat Hari Ayah, semoga harimu menyenangkan. Kamu pantas mendapatkannya lebih dari siapa pun,” tambahnya dengan postingannya yang jelas-jelas mengandung sarkasme.

Melihat hal tersebut, seseorang pun membagikannya di Reddit. Di sana lah ia mendapat banyak kritikan keras, terlepas dari perlakuan mantan kekasihnya tersebut. 

Bahkan banyak warganet yang menjulukinya 'sampah'. Mereka kecewa karena si ibu menampilkan foto bayinya. Ini dinilai tidak bijaksana.

Baca Juga: Ketua Bawaslu Makassar Dilaporkan ke Polisi karena Kasus Perselingkuhan

Mengomentari unggahan tersebut, seseorang menulis, "Sangat membuat frustrasi mengetahui bahwa ada orang di dunia ini yang berpikir bahwa membagikan kisah buruk mereka di depan umum entah bagaimana akan membalas orang lain."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait