Pada olimpiade 2000 di Sidney, Australia, kembali emas dirah dari pasangan ganda putra Candra Wijaya / Tony Gunawan.
Tradisi emas kembali berlanjut di Olimpiade 2004 di Athena, Yunani. Kali ini emas didapat dari tunggal putra Taufik Hidayat.
Kemudian di olimpiade 2008 Beijing, China, ganda putra kembali mempersembahkan emas. Pasangan Hendra Setiawan / Markis Kido memberi kado terindah bagi bangsa Indonesia kala itu.
Di olimpiade 2012 London, Inggris, tradisi emas cabang bulu tangkis sempat terhenti.
Baca Juga:Profil Greysia Polii Sahabat Agnez Mo, Peraih Emas di Olimpiade Tokyo
Lalu di Olimpiade 2016 Rio de Jenairo, Brasil, Indonesia kembali meraih emas dari cabang bulu tangkis lewat ganda campuran Tontowi Ahmad /Lilyana Natsir.
Kembali emas diraih Indonesia dari cabang bulu tangkis pada gelaran Olimpiade 2020 Tokyo. Kali ini emas dipersembahkan pasangan ganda putri Greysia Polii / Apriyani Rahayu.
3. Pemain Putri Tertua Peraih Medali Olimpiade
Emas yang diraih pasangan Greysia Polii / Apriyani Rahayu menciptakan sejarah tersendiri bagi sosok Greysia Polii.
Dilansir dari akun Instagram Badmintalk_com, Greysia Polii adalah pemain putri bulu tangkis tertua yang mampu meraih medali di olimpiade.
Baca Juga:Rebut Emas Olimpaide Tokyo, Greysia/Apriyani Ungkap Kunci Kemenangan
Usia Greysia Polii saat ini adalah 33 tahun 356 hari. Sebelumnya pemain putri bulu tangkis tertua yang meraih medali olimpiade ialah atlet asal China Zhang Ning di usia 33 tahun 89 hari.