alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Beberkan Alasan Larangan Mudik Lebaran 2021

Riki Chandra Sabtu, 17 April 2021 | 04:15 WIB

Jokowi Beberkan Alasan Larangan Mudik Lebaran 2021
Presiden Jokowi / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden ]

Saat ini, kata Jokowi, penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun.

SuaraLampung.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerangkan secara jelas tentang alasan pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 yang masih di tengah pandemi Covid-19.

"Sejak jauh-jauh hari, pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada Lebaran kali ini dan keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan," ujar Jokowi melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4/2021).

Alasan pertama, pengalaman libur Lebaran tahun 2020, terjadi tren kenaikan kasus positif Covid-19.

"Yang pertama saat Libur Idul Fitri tahun lalu, terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen," kata dia.

Baca Juga: Disinggung Jokowi, Pemerintah Kaji Kemungkinan Liga 1 Dihadiri Penonton

Alasan kedua, kenaikan kasus Covid-19 saat libur panjang 20 sampai 23 Agustus 2020 terjadi peningkatan 119 persen, bahkan kasus kematian mingguan meningkat 57 persen.

"Yang ketiga terjadi saat libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 yang menyebabkan terjadinya kenaikan kasus covid hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen," tutur Jokowi.

Alasan keempat, terjadi kenaikan saat libur akhir tahun pada 24 Desember hingga 3 Januari 2021.

Kenaikan kasus mencapai 78 persen dan angka kematian mingguan meningkat hingga 46 persen.

"Yang keempat terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun 24 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus dari yang mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen," kata dia.

Baca Juga: Isu Reshuffle Pekan Ini, Stafsus: Sepenuhnya Hak Prerogratif Jokowi

Pertimbangan lain kenapa pemerintah melarang mudik Lebaran, pemerintah ingin menjaga tren menurunnya kasus aktif dan adanya peningkatan kasus sembuh dalam dua bulan terakhir.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait