alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Efek yang Dirasakan Tenaga Kesehatan di Bandar Lampung Setelah Divaksin

Wakos Reza Gautama Selasa, 23 Februari 2021 | 09:03 WIB

Ini Efek yang Dirasakan Tenaga Kesehatan di Bandar Lampung Setelah Divaksin
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Beberapa tenaga kesehatan di Bandar Lampung yang menjalani vaksinasi Covid-19 merasakan beberapa efek. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

data yang masuk di Dinas Kesehatan Bandar Lampung vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan sudah mencapai 94 persen.

SuaraLampung.id - Vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan di Kota Bandar Lampung hampir rampung. Pemerintah Provinsi Lampung sendiri menargetkan vaksinasi tenaga kesehatan selesai di akhir Februari. 

Saat ini, data yang masuk di Dinas Kesehatan Bandar Lampung vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan sudah mencapai 94 persen. 

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan, target vaksinasi tahap pertama sebanyak 9.642 tenaga kesehatan. Dari target itu yang sudah terealisasi sampai Sabtu (20/2/2021) sudah 9.123 tenaga kesehatan. 

"Vaksinasi dosis pertama untuk nakes sudah hampir selesai, sambil kita pun menjalankan dosis keduanya, Insya Allah akhir bulan vaksinasi ke tenaga kesehatan selesai," kata Edwin Rusli, Selasa (23/2/2021) dilansir dari Antara.

Baca Juga: Link Vaksinasi Covid untuk Lansia, Daftar di Sini

Sedangkan, lanjut dia, untuk vaksinasi dosis ke dua untuk para tenaga kesehatan di Bandar Lampung saat ini sudah mencapai 53,4 persen atau sekitar 5.133 nakes yang sudah melakukan vaksinasi dosis keduanya.

"Ada juga yang tertunda sekitar 10 orang tapi nanti mereka pasti akan divaksinasi dosis kedua," kata dia.

Ia pun mengatakan bahwa sejauh ini dari semua nakes yang divaksinasi masih belum mendapatkan laporan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang terlalu fatal ataupun alergi.

"Laporan yang saya dapat mereka yang usai divaksinasi hanya sedikit pegel-pegel lehernya dan ngantuk saja. Saya juga terus berkoordinasi dengan dokter penyakit dalam dan saraf yang menangani KIPI ini Alhamudillah tidak ada sejauh ini," kata dia.

Terkait vaksinasi tahap ke dua, Edwin mengatakan pihaknya masih belum menentukan jumlah sasaran orang yang akan divaksinasi.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Negara Kaya Rebutan Vaksin dengan Negara Miskin?

"Kita belum tentukan jumlah sasaran, masih menunggu berapa vaksin yang akan kita dapat dahulu, kalau itu sudah kita dapatkan barulah kami tentukan berapa-berapanya, tapi yang jelas untuk tahap dua ini informasi yang saya dapat diperuntukkan bagi orang dengan usia lanjut, instansi di bagian pelayanan publik termasuk wartawan juga," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait