Rizal Ramli ke Mensos Risma: Jangan Lebay

Rizal Ramli meminta Mensos Risma menyudahi gaya blusukannya yang disebut pemimpin sandiwara

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 08 Januari 2021 | 10:55 WIB
Rizal Ramli ke Mensos Risma: Jangan Lebay
Ilustrasi Rizal Ramli (YouTube Fadli Zon Official).

SuaraLampung.id - Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ikut berkomentar mengenai blusukan yang dilakukan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Menurut Rizal Ramli, blusukan Mensos Risma itu hanyalah sandiwara. Ia pun meminta Risma menyudahi sandiwara tersebut. 

Rizal Ramli mengatakan, rakyat sudah muak dengan gaya kepemimpinan yang pura-pura merakyat. Menurutnya, yang dibutuhkan rakyat yakni kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli melalui akun twitternya @RamliRizal sambil menautkan sebuah laman berita.

Baca Juga:Tsamara Bicara Kontroversi Mensos Risma: Orang Blusukan Kok Dibuat Ruwet

"Mbak Risma,, sudaahlah. Jangan terlalu lebay. Rakyat sudah muak dengan gaya-gaya "Pemimpin Sandiwara" yang lebay, yang hanya pura-pura merakyat. Tapi kebijakannya tidak pro-rakyat. Satukan hati, pikiran dan tindakan untuk rakyat," kata Rizal Ramli, Jumat (8/1/2021).

Sindiran HNW

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW menyindir Tri Rismaharini yang kerap blusukan usai menjabat sebagai Menteri Sosial. Namun, Risma belum pernah blusukan ke kolong tol Surabaya selama menjadi Wali Kota Surabaya.

Sindiran tersebut disampaikan oleh HNW melalui akun Twitter miliknya @hnurwahid.

Mensos Risma mengajak tiga orang untuk dibina di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) Pangudi Luhur Bekasi. (Foto dok. Kemensos)
Mensos Risma mengajak tiga orang untuk dibina di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) Pangudi Luhur Bekasi. (Foto dok. Kemensos)

HNW mengira sebelum aksi blusukan Risma setelah menjadi Mensos, Risma telah melakukan blusukan di wilayah kumuh di Surabaya.

Baca Juga:Pelesetkan Mensos Jadi Pansos, Roy Suryo Sindir Risma Main Sinetron

Salah satunya wilayah kumuh di kolong jalan Tol Waru-Tanjung Perak, Surabaya yang ditempati 175 kepala keluarga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak