Wakos Reza Gautama
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:27 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026). Kehadiran KDMP ini didukung penuh oleh BRI. [Suara.com/Wakos Gautama]
Baca 10 detik
  • Pemerintah meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih di Lampung pada Oktober 2026 untuk menyalurkan pangan murah dan melindungi petani.
  • PT Bank Rakyat Indonesia mendukung distribusi melalui ribuan agen perbankan digital guna mempermudah transaksi keuangan warga pedesaan.
  • Koperasi juga menyediakan akses modal usaha berbunga rendah serta menyerap gabah petani dengan harga yang telah ditetapkan.

SuaraLampung.id - Pemerintah menyiapkan gebrakan baru untuk meredam lonjakan harga pangan sekaligus memutus mata rantai tengkulak yang kerap mencekik petani.

Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), negara kini memusatkan seluruh distribusi komoditas bersubsidi langsung di jantung pedesaan.

Langkah ini resmi dimulai setelah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), meluncurkan operasional KDKMP di Desa Bumisari, Natar, Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026).

Menepis kekhawatiran pedagang lokal, Zulhas menegaskan kehadiran koperasi ini bukan untuk menyaingi warung kelontong sekitar, melainkan sebagai infrastruktur penyalur kebutuhan pokok murah dan proteksi hasil panen.

“KDKMP ini bukan supermarket, jangan takut warung tutup. Di sini tempatnya barang subsidi negara. Kalau di pasar harga beras mencapai Rp15.000 per kg karena kemarau, di koperasi ini kita jual Rp12.500 dan dijamin bebas oplosan,” tegas Zulhas.

Tak hanya menjual beras murah dari alokasi 1 juta ton cadangan pangan nasional, KDKMP disiapkan menyalurkan gas elpiji 3 kg, pupuk subsidi, hingga bansos Program Keluarga Harapan (PKH).

Hebatnya lagi, koperasi ini berperan sebagai penyerap (offtaker) gabah petani dengan harga pantas.

“Kalau tengkulak mau beli murah, tidak boleh. Koperasi yang ambil gabah petani seharga Rp6.500 per kg. Petani tidak boleh jadi korban permainan harga,” tandasnya.

Ubah Wajah Desa Lewat Ekosistem Agen BRILink

Baca Juga: Transformasi Layanan Makin Kuat, BRI Boyong 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Kelancaran roda ekonomi KDKMP ini ditopang penuh oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui jaringan digital perbankan desa.

SEVP Institution Business BRI, Suyitno, membeberkan bahwa sebanyak 1.040 KDKMP di seluruh Tanah Air kini berada dalam pengelolaan BRI.

Sebanyak 815 unit di antaranya telah dilengkapi mesin transaksi AgenBRILink, dan 220 agen sudah aktif mencatatkan transaksi riil per 12 Oktober 2026.

“Warga kini bisa setor tunai, tarik tunai, transfer, hingga bayar tagihan tanpa perlu jauh-jauh ke kota. Koperasi juga mendapat keuntungan dari sistem sharing fee transaksi perbankan ini,” papar Suyitno.

Untuk menjamin keamanan perputaran uang di desa, BRI memberlakukan layanan jemput bola (pick-up service). Setiap hari, uang tunai di kasir KDKMP akan dijemput petugas bank untuk langsung disetor ke rekening koperasi guna memitigasi risiko selisih hitung maupun pencurian.

Di tingkat lokal, RCEO BRI Region Bandar Lampung, Andreas Chandra, menyebut sudah ada lima unit percontohan KDKMP di Lampung yang dimentori langsung oleh Kepala Unit BRI. Kemitraan ini membuka keran pendanaan usaha rakyat dengan proses kilat.

Load More